ROKOK MENURUT PANDANGAN ISLAM

Assalumu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

ROKOK MENURUT PANDANGAN ISLAM

Seorang pria memakai jaket hitam mendaki gunung dengan

susah payah, berpeluh dan mengeluarkan tenaga. Setelah berhasil sampai di puncak gunung, ia tersenyum bangga, penuh kemenangan. Didekat kemah dan api unggun, ditemani seorang wanita yang menatap kagum dan secangkir kopi panas yang mengepul, pria itu meletakkan sebatang rokok disudut mulutnya lalu memantik korek api. cuss.. ia menghisap rokoknya dalam-dalam kemudian menyemburkan asapnya penuh kenikmatan serasa jantan dan penuh kesombongan.

Rokok, dalam iklan identik dengan pria macho gagah, dengan aktifitas penuh tantangan, dipadu secangkir kopi, atau wanita cantik dan seksi. Iklan seakan bahwa perokok adalah cerminan laki-laki gagah, jantan dan suka tantangan, dan disukai wanita. Tragisnya, keadaan nyata perokok tak seindah iklannya.

Justru diakhir hayatnya seorang pria perokok mengalami kerusakan gigi, stroke, jantung koroner, kanker paru-paru, kanker kerongkongan, bronchitis, impotensi dan kondisi lainnya yang sama sekali tidak ‘gagah’. Sedangkan wanita perokok mengalami hal yang sama, dengan tambahan bonus kanker rahim, kemandulan, menopause lebih cepat, pendarahan otak. Jika ia sedang hamil, bayi yang lahir mengalami resiko keguguran, premature, cacat bahkan

kematian. Inilah sebenarnya bencana bagi para perokok.

SEJARAH ROKOK

Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat Islam. “Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup mereka.” (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul Lu’lu’iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari Inggris yang menyebar ke negeri-negeri Islam di abad akhir. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim bersepakat melarang merokok.

Dikatakan pula bahwa para dokter negeri muslim pernah mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan

membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah sebagian para ulama’ mengharamkan mengkonsumsi rokok,karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).

TEMBAKAU BERASAL DARI KENCING IBLIS

 

Rasulullah pernah bersabda : “Kelak akan datang kaum-kaum di akhir zaman, mereka suka mengonsumsi asap tembakau ini dan mereka berkata : ‘Kami adalah umat Muhammad SAW’, padahal mereka bukan umatku (Rasulullah tidak mengakui sebagai umatnya), dan aku juga tidak mengganggap mereka suatu umat, bahkan mereka adalah orang yang celaka.”

Abu Hurairoh yang mendengar sabda tersebut bertanya :”Bagaimana sejarah tembakau itu tumbuh Ya Rasulullah ?” Sabdanya : “Sesungguhnya setelah Allah menciptakan Adam

‘alaihis salam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud (sebagai tanda penghormatan) kepada Adam, seluruh malaikat kemudian sujud kepadanya kecuali Iblis. Dia enggan,

bersikap sombong dan termasuk orang-orang yang kafir.

Allah bertanya kepada Iblis : “Wahai Iblis, Apa yang menyebabkan kamu tidak mau sujud saat Aku memerintahkanmu ? ” Kata Iblis : “Aku lebih baik darinya, aku tercipta

dari api sedang ia tercipta dari tanah.” Allah berkata : “Keluarlah engkau dari surga sesungguhnya engkau terkutuk, dan engkau dilaknat sampai hari akhir !”

Iblis keluar dengan ketakutan hingga terkencing-kencing. Dari tetesan kencing Ibllis itulah tembakau tumbuh. Nabi SAW bersabda : “Allah memasukkan mereka kedalam neraka,

dan sesungguhnya tembakau adalah tanaman yang keji.

ROKOK DAN KESEHATAN

Telah kita ketahui semua bahaya merokok seperti tersebut diatas. Seorang perokok adalah pembunuh dirinya sendiri. Padahal Allah SWT amat kasih sayang terhadap hamba-hambaNya dan amat membenci perbuatan yang dapat mencelakakan hidup. Meneruskan kebiasaan merokok berarti menentang Allah SWT, karena Allah SWT tidak melarang sesuatu kecuali didalamnya terdapat mudhorot yang besar yang dapat mengganggu aktifitas ‘ubudiyah seorang hamba.

Seorang perokok juga pembunuh orang lain. Mana ada seorang yang bersih jiwanya yang tidak merasa terganggu dengan asap rokok ? Belum lagi orang-orang tercinta dan masyarakat sekitarnya. Padahal jelas-jelas Rasulullah SAW melarangnya dalam sabda beliau : “Janganlah kalian membahayakan diri kalian sendiri dan jangan pula membahayakan orang lain..”

Pernah ada 2 orang menempati 2 ruangan berbeda. Masing-masing memiliki 1 set komputer berwarna putih. Yang satu merokok dan yang lain tidak. Kurang dari 6 bulan, komputer, warna cat tembok kamarnya, baju-baju didalam lemari si perokok semuanya menguning. Pakaian beraroma rokok, padahal ia gunakan pakaian itu untuk menghadap Allah SWT saat shalat dan hendak menuju masjid. Ia berharap dapat meraih ridho Allah, dengan sesuatu yang dibenci Allah ? Hasya wa kalla.

 

ROKOK DAN EKONOMI

Jika harga sebungkus rokok Rp. 6.000 dan habis dalam waktu sehari, maka dalam sebulan, ia menghabiskan dana Rp.180.000. Jika seperempat saja dari rakyat negeri ini

(anggap saja jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 juta jiwa) yang merokok, berarti 9 milyar rupiah dalam sebulan mereka “membakar uang” dengan sia-sia. Itu baru sebungkus

rokok sehari, bagaimana yang setiap harinya merokok dua hingga tiga bungkus. Dalam setahun, berapa kiranya anggaran yang telah dikeluarkan oleh para perokok Indonesia ? Cukup untuk membayar hutang negara, atau seandainya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk membiayai para janda dan anak yatim, untuk membantu dunia Islam lain seperti Palestina misalnya.

Namun sifat kecanduan dari tembakau dan cengkeh itu telah menutup mata hati mereka, “ah ini kan uang-uang gue sendiri terserah gue mau dibuat apa., apakah mereka

menyangka harta yang mereka keluarkan itu kelak diakhirat tidak akan dihisab ?

Seorang yang telah mencampur kehidupannya dengan rokok, kadang-kadang dapat melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh manusia yang berakal sehat. Ia bisa saja tidak memberi nafkah istri, bertengkar hanya karena uang belanja sehari-hari, tidak mau membayar SPP sekolah anak, tidak mencukupi kebutuhan pendidikan (umum dan agama) seperti buku-buku atau kitab-kitab, bahkan enggan bersedekah atau menolong tetangga atau kerabatnya yang kesusahan, hanya karena sebungkus rokok. Ia telah mendzalimi dirinya sendiri, istri dan anak-anaknya, orang-orang yang mempunyai hak atasnya, padahal sebagian besar dari mereka adalah kaum yang merasa dirinya hebat,  terhormat dan disegani oleh masyarakat.. ! padahal sikap

foya-foya adalah dilarang oleh Allah.

“Dan janganlahkalian menghambur-hamburkan harta kalian dengan boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan..” (QS. al-Isro’ : 26)

Selain itu biasanya perokok menampakkan sikap egois, individualis, yang penting dirinya merasa puas. Inilah sikap yang disuntikkan kaum kapitalis kedalam otak perokok. Tidak peduli didalam bis, angkutan umum, ruangan apa saja, dikamar tidur, dimana saja. Seolah hal tersebut sah-sah saja.

Hal ini tidak lain disebabkan mereka menuruti hawa nafsu dan memandang hal yang ia lakukan tidak berakibat buruk. “Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang

datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan baginya memandang baik perbuatan buruknya dan mengikuti hawa nafsunya ? ” (QS. Muhammad : 14). “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah:216)

Asap rokok telah menutupi akal sehat dan nurani kemanusiaannya. Seorang perokok terkadang seorang yang sangat pintar menasehati orang lain, tidak mau mendengar dan mengabaikan nasehat orang-orang yang menyayanginya dan peduli kesehatannya. Ia sudah bersikap masa bodoh dengan segala hal.

Perokok juga telah melupakan bahwa dirinya tergantung dengan rokok. Sikap ketergantungan ini sadar atau tidak sadar meggerogotinya. Mulut terasa kecut bila tidak

menghisap rokok, akal tidak bisa berpikir tanpa rokok, sugesti kecanduan telah merasuki otak mereka. Persis seperti kasus yang dialami para pecandu narkoba dan minuman keras.

Saat ini rokok tidak lagi identik dengan orang dewasa, sebagaimana digambarkan didalam iklan. Siswa sekolah sudah terbiasa mengonsumsinya. Bahkan dewasa ini para balita

sudah diajarkan praktek merokok dengan sempurna. Dari siapa ? Dari “meniru” ayahnya, dari didikan orang tua, kebiasaan gurunya, motivasi buruk teman-temannya dan dari masyarakat. Bagaimana tidak ? Sejak dini mereka diajari meniup api dari korek yang dipakai orang tuanya saatmerokok.

Besar sedikit, mereka diberi permen coklat yang bentuknya persis rokok, dan dengan bangga “mengajari” mereka tata cara merokok yang “baik”. Dari mulai meletakkan “rokok” tersebut ke mulut, lalu mengambil “korek” dan menyulutnya, mengapit “rokok” diantara jari tengah dan telunjuknya, sampai menghisap dan menyebulkan asap bohongannya ke udara, fuuuhh.. Orang tua dengan sukses mengajari anaknya 2 hal, merokok dan berbohong. Kadang kala orang tua melarang dengan keras anak-anaknya merokok, sambil ia sendiri dengan tenang menghisap rokoknya dalam-dalam.

Wahai. Lalu apakah rokok sama sekali tidak ada manfaatnya ? Berikut ini bukti bahwa rokok masih mempunyai manfaat yang mungkin jarang orang mengetahuinya.

Pertama, seorang perokok rajin bangun malam karena dia batuk-batuk dan tidak bisa tidur. Kedua, rumahnya tidak akan disatroni pencuri karena ia selalu mendengar suara batuk dari dalam rumah sehingga ia pikir penghuni rumah masih belum tidur. Ketiga, anjingpun takut kepadanya karena setiap ia berjalan ia selalu membawa tongkat. Yang terakhir dan teristimewa, ia meninggal dalam kondisi kuat karena ia mati muda.

Merokok adalah perbuatan bid’ah yang tercela, dibenci bahkan haram hukumnya. Jika hukum merokok adalah makruh (dibenci Allah dan Rosul-Nya), maka cukuplah bagi orang

yang mengaku dirinya mukmin untuk meninggalkannya. Lalu bagaimana apabila mu’tamad para ulama mutaakhkhirin mengatakan hukumnya adalah haram ?

Merokok sama saja dengan bunuh diri, padahal kata Allah SWT : “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah amat Penyayang kepadamu. ” (An-Nisa’ :29)

Siapa yang tidak tahu merokok menyebabkan penyakit yang membinasakan seperti jantung koroner, kanker paru-paru, penyumbatan pembuluh darah atau stroke ? Padahal Allah SWT telah melarang hal demikian. “Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan.” (al-Baqoroh :195)

Sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa meneguk / menghisap racun sehingga menyebabkan ia mati, maka kelak dineraka ia akan menenggak racun dari tangannya, ia kekal dan dikekalkan didalam neraka selamanya..” Rokok mengandung racun nikotin dan karbon monooksida yang perlahan akan membunuh dirinya.

Perokok pasif juga dapat terkena imbasnya bahkan lebih parah. Sabda Nabi SAW “Barang siapa yang beriman kepadaAllah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu /

menyakiti tetangganya.” Terutama “tetangga” yang palingdekat dengan dirinya yakni keluarganya. Kata beliau pula :”Barang siapa mengganggu seorang muslim maka sungguh ia

telah menggangguku dan barang siapa mengganggu aku, makasungguh ia telah mengganggu Allah SWT.”

Masih banyak lagi ulama yang mengatakan ke-HARAM-an merokok, diantaranya : Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad sahibur ratib, Syech Abubakar bin Qosim

al-Ahdal, Syech al-Qolyuby, Syech Ibn ‘Allan, Syech Ahmad Kurdy dan lain sebagainya terutama ulama’ ‘alawiyyin, maka alangkah tidak pantas kita yang awam masih mencari

dalil-dalil untuk menghalalkannya. Kata Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad : “..yang shohih hukum merokok adalah haram karena dapat menghilangkan akal..” Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur, mufti Diyar Hadramaut, saat membahas hal-hal yang membatalkan puasa didalam kitab beliau Bughyatul Musytarsyidin sempat berkata : “Semoga Allah melaknat orang yang membuat rokok karena rokok termasuk bid’ah yang buruk.”

Al-Habib Husein, anak dari Syech Abubakar bin Salim pernah membeli tembakau dengn harga 40.000 riyal, lalu membakarnya, beliau juga memerintahkan untuk menghancurkan

tembakau di Hadramaut dan melarang orang-orang dari merokok. Beliau berkata : “Orang yang tidak tobat dari merokok, aku khawatir dia akan mati su’ul khotimah.”

Na’udzu billahi min dzalik.

Beliau juga mengatakan : “Aku masih punya harapan peminum khomr dapat bertobat, tapi aku tidak punya harapan orang yang merokok dapat bertobat.” Hal ini dikarenakan, peminum khomr tahu bahwa khomr hukumnya haram sehingga masih diharapkan tobatnya, sedang perokok merasa yakin bahwa hukum merokok adalah tidak apa-apa, sehingga dia tidak merasa bersalah dan tidak perlu bertobat. Wal ‘iyaadzubillah min dzalik.

Al-Habib Abdullah bin Umar Bin Yahya pernah melihat di Mekkah beberapa orang yang berilmu telah terbiasa merokok. Beliau lalu marah dan melarang mereka : “Ini tidak pantas dan tidak cocok bagi yang mempunyai ilmu. Kebiasaan ini adalah bid’ah yang jelek, tidak disukai oleh jiwa-jiwa yang muthmainnah serta dijauhi oleh tabi’at yang sholihah.” Lalu bagaimana kiranya orang-orang yang merasa dirinya pandai berilmu seperti ulama’, kyai dan habaib terkemuka masih mempertahankan kemubahan merokok ?

Syech Abdus Shomad Baktsir bersyi’ir : Rokok adalah hidangan terbuat dari api panas, tidak ada manfaat didalamnya kecuali penyakit jantung maka jangan

biarkan ia memperdayaimu Awalnya adalah batuk lalu menguning terus menerus ia

lakukan sampai akhirnya berpenyakit TBC, maka berikanlah dalihmu

Penyakit apakah gerangan yang disifatkan mereka sampai-sampai menyerang punggungmu wahai yang tertipu Apabila mereka berkata didalam rokok ada manfaatnya,

sungguh mereka telah berkata hal yang mustahil dan tak akan pernah dijumpai olehmu

Al-Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan mengatakan : “Kalau mereka mengharuskan kami untuk memilih, anakku merokok atau makan kotoran manusia, niscaya aku pilih agar dia makan kotoran manusia daripada merokok..” Beliau juga mengharamkan rokok, karena membuat buruk konsumennya.

Al-Habib Ali bin Hasan Alatas shohib kitab al-Qirthos serta al-Faqih Abdullah bin Ahmad Bazar’ah secara global menyatakan merokok adalah tercela disetiap keadaan, baik

secara syari’at maupun secara akal.

Syech Muhammad al-Bairuty ad-Dimyathy berkata : Rokok membuat tubuh lemah, sedikitpun tidak ada manfaatnya, bahkan menyebabkan bahaya dan penyakit didalam

badan

Celakalah penghisapnya, kedudukan bagaimana yang diharapkan dari yang aromanya menyerupai singa ketika didalam kubangan

Ulama’ sepakat berfatwa akan keharamannya tanpa melampaui batas, maka berhati-hatilah dengan perkataan orang yang menjadikanmu hina karena lemahnya badan. Janganlah kau

tertipu oleh mereka yang mengonsumsinya, karena mereka lalai dari jalan nyata kebenaran. Membiarkan seseorang di hari-hari cobaannya sampai-sampai ia melihat kebaikan

bukan sebagai kebaikan

Ada seorang yang amat sholih disalah satu kota di Hadramaut, setiap harinya duduk berkumpul dengan auliya’ dan sholihin. Istiqomah mempelajari ilmu, mengamalkannya,

dan mengambil barokah dari mereka. Tak lama kemudian ia meninggal dunia. Malamnya, adiknya melihatnya didalam mimpi lalu bertanya : “Apa yang telah Allah lakukan terhadapmu?” Si sholih itu menjawab : “Aku mendapatkan seluruh syafa’at dari para wali dan kaum sholihin kecuali satu, dalam merokok.” Artinya, seluruh auliya’ dan kaum sholih dapat memberi syafa’at didalam hal apa saja, asalkan bukan rokok..

Syech al-Qolyuby ketika ditanya hukum merokok menjawab dengan syi’ir beliau yang artinya kurang lebih : Dengarkanlah jawabanku wahai orang yang bertanya, tentang

hukum menghisap api yang kelak kedalam neraka kau akan

dijerumuskan Hukumnya adalah haram berdasarkan dalil dan sifat-sifat

buruk didalam rokok, yang telah kukumpulkan. Yaitu, ia dapat menyibukkan dirimu dari bertasbih kepada Pencipta kita, membuat air mata menghitam dan menghamburkan uang.

Celakalah orang yang menghisapnya kelak dihari perhitungan, saat ia datang dengan buku catatannya yang kosong melompong lagi kelam. Tidak akan pernah ada

selamanya seorang yang ‘alim pun yang berkata : ini adalah halal, baik manusia golongan ‘arab maupun ‘ajam. Jika ada yang menentang perkataanku ini, mestilah ia seorang yang sesat dari jalan-jalan (kebaikan) serta dari kebenaran dan tuli ditelinganya menyumbat pendengaran

Kita memohon kepada Allah Tuhan ‘arasy Yang Mewujudkan kita, semoga kebaikan ditampakkan dan diakhiri hidup kita dengan keimanan. Di akhir zaman yang mendekati qiyamat ini, segala yang dilarang (diantaranya rokok) makin digemari dengan alasan sedang trend dan dianggap modern.

Adapun segala yang dianjurkan (diantaranya sunnah-sunnah Nabi SAW seperti siwak), makin ditinggalkan dengan alas an kuno, kolot dan tidak mode lagi. Malu, jika harus memakai

atribut agama dan merasa pede jika memakai asesoris budaya non-Islam. Karenanya tak salah sindiran al-Habib Abdullah bin Umar asy-Syathiry, seorang ulama mutaakhirin, dalam

syi’irnya beliau berkata : Kau perbagus rokok dibibirmu, dan kau malu memakai siwakmu Syariat dan kedokteran telah melarangmu dari perbuatan mengganggu itu, tapi kau tetap melakukan hal itu Seandainya kau balik 2 hukum itu (memakai siwak dan meninggalkan rokok) maka itu lebih utama bagimu, akan tetapi syetan telah menipumu

Berapa banyak harta yang amat berharga kau sia-siakan, aduhai, kalau saja harta itu kau gunakan untuk akhiratmu Tidaklah pantas bagimu wahai putra keturunan Thoha SAW, lebih memilih akhlaq yang tercela dan kesialannya menyelimutimu Apakah kau tidak sadar datukmu hadir saat kau melakukannya, benar-benar kau tidak mau sadar, demi Dzat

yang dari nuthfah Ia menciptakanmu.

Tiada kata terlambat untuk bertobat. “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun

terhadap dosa-dosa mereka.. dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruk itu sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali

‘Imron :135)

Semoga kita termasuk hamba Allah yang disebut didalam ayat-Nya : “..Sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-Ku, yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal. ” (az-Zumar : 17-18)

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabrakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: