Ijinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran………….??????

Pacaran? Wow, enak dong. Bisa pegangan tangan, boncengan, atau bahkan lebih. Tanpa ikatan, lagi. Kalau menikah, repot. Nggak bisa ke mana-mana. Kalau pacaran lebih enak. Kalau cocok ya jalan terus, kalau sudah bosen ya tinggal putusin aja. Inilah kelemahan para pelaku pacaran. Mereka terbukti tidak cukup berani mengambil keputusan untuk menikah. Mereka hanya berani memacari tetapi tidak untuk menikahi. Kalau urusan pacaran semangatnya bukan main. Namun ketika ditantang untuk menikah, beribu dalih dikeluarkan. Lalu kenapa siap memacari dan mencintai jika tidak siap menikahi? Untuk apakah mereka pacaran? Sekedar having fun? Apakah kita akan bermain-main dengan dosa? Banyak orang beranggapan bahwa pacaran adalah sarana mengenal satu sama lain, belajar saling mengerti untuk menjadi pasangan terbaik. Pacaran dapat menjadi wadah untuk saling berkomunikasi, saling mendukung, dan saling menerima. Ya, mereka memang saling menerima. Saling menerima dan melayani dalam hal maksiat, saling melayani dalam hal bersentuhan, berpegangan tangan, dst. Budaya Barat yang diwakili sruktur budaya liberal memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pria dan wanita untuk melepas nafsunya, bahkan kumpul kebo sekalipun. Budaya Timur yang diwakili oleh biksu dan rahib menggambarkan hubungan antara pria dan wanita sebagai sesuatu yang tabu, menjijikkan, dan kotor, sehingga mereka menjauhi perempuan sejauh-jauhnya. Sedangkan Islam memandang bahwa ketertarikan antara pria dan wanita adalah sesuatu yang wajar. Tetapi Islam tidak membebaskannya begitu saja. Hubungan bebas antara pria dan wanita hanya diperbolehkan setelah menikah. Hal ini menggambarkan secara gamblang tentang seluk-beluk hukum pacaran dalam Islam, dan adab-adab bergaul secara Islami. Bagi yang belum percaya akan bahaya yang timbul dari pacaran, oleh karna nya saya akan memberikan kisah-kisah nyata para aktifis pacaran. Untuk yang bingung tentang bagaimana cara mencari jodoh secara Islami, jangan khawatir, karena saya juga akan menjelaskan tata cara mencari jodoh secara Islami (tentu saja tidak dengan pacaran). Lebih lanjut…………….?????????? hub: Ajoem Datuak Sutan.Pacaran? Wow, enak dong. Bisa pegangan tangan, boncengan, atau bahkan lebih. Tanpa ikatan, lagi. Kalau menikah, repot. Nggak bisa ke mana-mana. Kalau pacaran lebih enak. Kalau cocok ya jalan terus, kalau sudah bosen ya tinggal putusin aja. Inilah kelemahan para pelaku pacaran. Mereka terbukti tidak cukup berani mengambil keputusan untuk menikah. Mereka hanya berani memacari tetapi tidak untuk menikahi. Kalau urusan pacaran semangatnya bukan main. Namun ketika ditantang untuk menikah, beribu dalih dikeluarkan. Lalu kenapa siap memacari dan mencintai jika tidak siap menikahi? Untuk apakah mereka pacaran? Sekedar having fun? Apakah kita akan bermain-main dengan dosa? Banyak orang beranggapan bahwa pacaran adalah sarana mengenal satu sama lain, belajar saling mengerti untuk menjadi pasangan terbaik. Pacaran dapat menjadi wadah untuk saling berkomunikasi, saling mendukung, dan saling menerima. Ya, mereka memang saling menerima. Saling menerima dan melayani dalam hal maksiat, saling melayani dalam hal bersentuhan, berpegangan tangan, dst. Budaya Barat yang diwakili sruktur budaya liberal memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pria dan wanita untuk melepas nafsunya, bahkan kumpul kebo sekalipun. Budaya Timur yang diwakili oleh biksu dan rahib menggambarkan hubungan antara pria dan wanita sebagai sesuatu yang tabu, menjijikkan, dan kotor, sehingga mereka menjauhi perempuan sejauh-jauhnya. Sedangkan Islam memandang bahwa ketertarikan antara pria dan wanita adalah sesuatu yang wajar. Tetapi Islam tidak membebaskannya begitu saja. Hubungan bebas antara pria dan wanita hanya diperbolehkan setelah menikah. Hal ini menggambarkan secara gamblang tentang seluk-beluk hukum pacaran dalam Islam, dan adab-adab bergaul secara Islami. Bagi yang belum percaya akan bahaya yang timbul dari pacaran, oleh karna nya saya akan memberikan kisah-kisah nyata para aktifis pacaran. Untuk yang bingung tentang bagaimana cara mencari jodoh secara Islami, jangan khawatir, karena saya juga akan menjelaskan tata cara mencari jodoh secara Islami (tentu saja tidak dengan pacaran). Lebih lanjut…………….?????????? hub saya. he he he ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: