“MENGAMBIL SIKAP”

Sebuah konsep pemikiran disaat kita akan berjauhan selama 3 bulan,Tetap Istiqomah dalam mempercayai Qadla Allah”

Oleh: Jumi. E. S.Th.I (Untuk Calon Istriku)

Assalamu’alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh

Bismillahirahmaniraahim

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia.

Dengannya, manusia adalah manusia, bukan onggokan daging dan tulang belulang ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah, Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk.

Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika ia akan siap untuk kesempatan berikutnya kecewa ataupun bergembira Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa Karena berarti kita adalah manusia seutuhnya Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya tapi justru awal dari segala-galanya meski terdengar klise tapi ada benarnya ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri.

Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka maka ikhwan dan akhwat persiapkanlah diri sebaik-baiknya ada beberapa langkah yang bisa diambil Percayai Qadla, Manusia tidak suka dengan penolakan ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi.

Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita, Kata seorang kawan mengatakan hidup itu adakaanya tidak bisa memilih perkataan itu benar adanya cobalah kita renungkan kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose god dispose.

Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar tapi Allah jualah yang menentukan

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya” (HR. Bukhari)

Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita yakinilah skenario Allah tengah berlangsung dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik pada-Nya.

Tanamkan dalam diri kita Allah Maha tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepada-Nya apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk pada-Nya segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya

Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita demikian sayangnya sampai sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia “Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti” demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar.

Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita, Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain, Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.

Sayang banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas tidak percaya bahwa itu bisa terjadi ada akhwat yang berani menolak pinangan kita.

Bila kurang waras mungkin akan keluar ucapan “berani-beraninya”  atau “apa yang kurang dari saya” Akhi dan ukhti jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan.

Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh ambillah sikap seimbang setiap saat bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa.

Sikap itu akan menjadi buffer penyangga mental kita apapun yang terjadi kelak manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata sang Akhwat menolak khitbah kita atau sang Ikhwan memilih bunga yang lain hati ini tidak akan tercabik yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada.

Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita hati ini akan bersyukur pada-Nya karena doa terkabul keinginan menjadi kenyataan.

“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim).

Aku ikhlas dirimu pergi demi cita-cita yang mulia, awali harimu dengan tasbih, tahmid dan shalawat, Semoga Allah membalasi segala amal ibadah kita. Amin.

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Padang, 10 April 2012

 جو مي
            
Jaga Hatimu di Kota Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: