Cita-citaku..??

Cita-cita ya itulah sepenggal kalimat yang sering kita selalu pertanyakan kepada anak-anak, semua orang tua pasti pernah menanyakan kalimat itu kepada anak-anaknya, dan termasuk sayapun pernah ditanya seperti itu oleh orang tua saya ketika saya kecil dulu, atau belum banyak mengerti apa itu yang dimaksud dengan cita-cita, tapi saya tetap menjawabnya dengan lugu dan tanpa mengerti dengan apa yang saya jawab, kira-kira seperti ini penggagalan kalimat pertanyaan yang diutarakan orang tua saya kepada saya ketika saya kecil, kira-kira bunyinya seperti ini :

 

“joem cita-cita kamu kalau sudah besar mau jadi apa?? Tanya orang tuaku kepada ku, sebelum aku menjawab saya akan menjelaskan sedikit siapa ajoem itu, ajoem bukan sebutan sebuah negara yang ada di Asia kalau tidak salah saya, tapi sebutan ajoem adalah nama kecilku ketika aku masih kanak-kanak, dan sampai sekarang masih ada juga beberapa temanku yang memanggil saya dengan pangilan ajoem, kedengarannya memang agak janggal ditelinga sebutan ajoem itu, saya juga tidak mengerti kenapa orang tua saya dulu memanggil nama saya ketika saya kecil dengan sebuah panggilan ‘ ajoem’ saya hanya menurut saja ketika nama kecil saya diberi nama ajoem, karena memang pada waktu itu saya belum mengerti arti sebuah nama, sebenarnya nama asli saya adalah J.E., cukup bagus bukan nama saya, dan yang pasti saya bukan orang yang pernah menjadi seorang presiden di negara Indonesia , saya hanyalah J.E yang tinggal didesa, kalau dilihat-lihat nama saya enakan kalau dulu panggil nama kecil saya dengan sebutan Jun atau jum saja atau ajoem mungkin akan kedengaran lebih bersahaja hehe dan saya juga tidak tau pasti kenapa orang tua saya lebih memilih nama ajoem dari pada jun atau jum aja, mungkin kelihatan lebih singkat, pdat, dan jelas begitu memanggil nama ajoem dan jarang dipakai oleh orang lain tidak seperti nama yang sudah sangat pasaran hehe.

 

Kembali lagi ke masalah cita-cita yang pernah ditanyakan kepada saya oleh orang tua saya, dan penjelasan diatas hanyalah intermezzo agar anda semua tidak salah faham dalam mengartikan kalimat ‘ajoem’, apabila anda membaca tulisan ini. Sayapun menjawab pertanya tentaang cita-cita saya yang dipertanyakan oleh orang tua saya, dengan polos dan lantangnya saya menjawab “ ajoem kalau sudah besar ingin menjadi polisi pak”, mendengar jawaban yang keluar dari mulut polos saya orang tua saya pun manggut-manggut dan berkata mudah-mudahan cita-cita ajoem tercapai untuk menjadi seorang polisi, dan biar bisa menjadi seorang polisi ajoem harus belajar dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan berdoa, dan sesaaat kemuadian saya pun hanya memanggutkan kepala tanpa mengerti maksud dan tujuan kalimat yang diucapkan oleh orang tua saya,yang jelas asaya sudah mempunyai cita-cita, akan menjadi apa saya ketika sudah besar nanti. dan kemudian orang tua sayapun kembali mengajukan pertanyaan yang kedua untuk saya, mengapa kata nya,ajoem mau menjadi seorang polisi? Dan dengan polos sayapun menjawab ajoem menjadi polisi karena ajoem mau bawa-bawa pistol kemana-mana, dan mendengar jawaban polos saya orang tua saya hanya tersenyum simpul kepada saya.

 

Ya itulah mungkin sedikit penggalan tentang cita-cita yang pernah selalu ditanyakan orang tua kita kepada kita pada waktu kita kecil, jawaban-jawaban polospun akan keluar dari mulut kita ketika kita akan menjawab pertanyaan tentang cita-cita kita apabila kita sudah besar nanti, tapi kadang juga tidak semua jawaban polos itu keluar dengan sendirinya, dan sebagian ada juga anak-anak yang ketika ditanyakan tentang cita-citanya dia menjelaskan secara jelas apa cita-citanya ketika ia sudah besar nanti, dan ia benar-benar serius untuk menggapai cita-citanya itu sampai ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, dan ia membuktikan kepada orang tuanya bahwa apa yang ia ucapkan ketika ia kecil memang terbukti ia menjadi seorang yang sesuai dengan cita-citanya, tapi banyak juga cita-cita yang ia sebutkan hanyalah kepolosan belaka yang ia sebutkan ketika ia kecil tanpa mengerti apa yang ia sebutkan, dan banyak juga cita-cita yang terwujud tidak sesuai dengan apa yang ia cita-cita sewaktu kecil dulu, atau dalam artikata ia membelot dari apa yang ia ucapkan ketika waktu kecil dulu, dan tentunya itu semua dikarenakan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya mungkin semakin matangnya tingkat berfikir kita dan kita semakin mengerti dengan apa yang kita ucapkan dengan dengan berbagai macam pengalaman yang dia laluinya. kembali lagi dengan cita-cita saya, saya adalah termasuk salah satu kedalam manusia yang membelot dari apa yang saya ucapakan ketika waktu saya kecil dulu, dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi polisi, karena mungkin dulu yang ada didalam pikiran saya hanya seorang polisi dan gambaran seorang polisi itu gagah, berani, kemana-mana membawa pistol dan seorang polisi pastinya alak ditakuti oleh siapapun, ya itulah pemikiran saya waktu saya kecil dulu tentang seorang polisi makanya saya sangat bercita-cita untuk menjadi seorang polisi.

 

Tapi sekarang apa cita-cita saya???

 

Silahkan tanyakan kepada saya…………..????????? selama jam kantor masih buka…he he he he he klw tidak tinggalkan ajah surat anda di kantor saya. makasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: