BAGAIMANA METODE MENYELIDIKI INGATAN

1.    Ingatan (Memori)

Socrates pernah mengemukakan perumpamaan tentang memori dengan melukiskannya sebagai gundukan lilin dalam kepala, dimana setiap individu memiliki besar yang berbeda dan komposisi yang berbeda (ada yang keras, ada yang lunak, ada yang kompisisinya tepat). Memory atau kemampuan untuk mengingat apa yang kita lihat atau kita dengar melalui persepsi dan apa yang ingin kita ingat itu seolah-olah dicetak dalam gundukan lilin tadi.

Cetakan yang tidak jelas atau batal dicetak dan cetakan yang telah dihapuskan, akan menyebabkan kita lupa akan apa yang kita persepsi. Pada masa sekarang, kita dapat menganalogikan lilin diatas dengan hard- disk, diskette, maupun kaset. Dari perumpamaan tersebut dapat kita ambil beberapa kesimpulan mengenai memori, yaitu:

  • Memori tergantung pada persepsi atau pengalaman
  • Pengalaman meninggalkan jejak di dalam otak kita
  • Terdapat perbedaan memory pada individu yang satu dengan individu yang lain (individual differences)
  •  Disamping ingat, lupa juga akan muncul
  • Beberapa pengalaman yang tidak meninggalkan impresi tertentu umumnya tidak   disimpan sehingga muncul kelupaan

Dari beberapa kesimpulan diatas, kita dapat memahami bahwa ada masa sekarang, kita dapat menganalogikan lilin diatas dengan hard-disk, diskette, maupun kaset. Dari perumpamaan tersebut dapat kita ambil beberapa kesimpulan mengenai memori, yaitu:

 

  • Memori tergantung pada persepsi atau pengalaman
  • Pengalaman meninggalkan jejak di dalam otak kita
  •  Terdapat perbedaan memory pada individu yang satu dengan individu yang lain (individual differences)
  • Beberapa pengalaman yang tidak meninggalkan impresi tertentu umumnya tidak disimpan sehingga muncul kelupaan

Dari beberapa kesimpulan diatas, kita dapat memahami bahwa ingatan tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang telah pernah dialaminya saja, tetapi juga termasuk kemampuan untuk menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali apa yang dialaminya (Walgito, 1994). Kemampuan menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali dikenal dengan isitilah encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi, yaitu proses menerima), storage (penyimpanan), retrieval (pemulihan kembali terhadap apa yang telah dialami atau dipelajari sebelumnya).

2.     Cara Penyelidikan Ingatan

Bagaimanakah cara pada ahli menyelidiki tentang ingatan ini? Ada Beberapa metode yang biasa ditempuh, yaitu :

1)    Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning method)

Metode ini merupakan metode untuk menyelidiki kemampuan ingatan dengan cara melihat sampai sejauh mana waktu yang diperlukan atau usaha yang dijálankan oleh subjek (S) untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik; misalnya dapat menimbulkan kembali materi tersebut tanpa kesalahan.

2)    Metode mempelajari kembali (the relearning method)

Metode ini merupakan metode yang berbentuk di mana subjek di suruh mempelajari materi kembali yang pernah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu seperti pada mempelajari materi tersebut pada pertama kali. Dalam relearning ternyata untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat daripada waktu pertama kali mempelajarinya.

3)    Metode rekonstruksi

Metode ini menugaskan subjek untuk mengkonstruksi kembali materi yang telah diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu.

4)    Metode Mengenal Kembali

Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan pada recognition (mengenal kembali), jadi subjek diminta untuk mempelajari materi, kemudian materi tadi di sajikan ulang dengan penyertaan materi lain.

5)    Metode Mengingat Kembali

Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses recall (mengingat kembali) terhadap apa yang telah dipelajari oleh subjek sebelumnya. Misalnya pada tes yang bentuknya essai atau pada tugas-tugas mengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya.

6)     Metode Asosiasi Berpasangan

Dalam metode asosiasi berpasangan, subjek diminta untuk mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan mengingat, dalam evaluasinya, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek diminta untuk menimbulkan kembali (baik recall maupun recognition) pasangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: