ANAK KECIL BERMAIN BOLA (I’TIBAR KU)

al-Kisah tentang sebuah perjuangan seorang anak kecil yang kesepian, sendiri hanya berteman dengan sosok bayangannya sendiri di bawah teriknya sang mentari yang menyinari kegiatan anak kecil tersebut.

Anak kecil itu senang sekali bermain bola, Apa hebatnya bermain bola sendirian, setelah aku amati sepintas mataku memandang, berfikir dan memahami aku bisa melihat semangat dan perjuangan suci sang anak yang tak pernah menyerah untuk menendang bola sekuat energi yang ia miliki, walaupun ia sadar bahwa setelah ia melakukan tendangan dengan kekuataan penuh, terkadang dengan tendanganya itu ia sering terjatuh tapi ia terus berlari mengejar bola yang ia tendang sekuat tenaganya itu.

Aku terdiam melihat apa yang di lakukan sang anak, terkadang aku mengatkan sang anak seperti orang yang melakukan perbuatan sia2 saja (namanya juga anak2). Dipahami lebih lanjut, aku seolah2 tersadarkan atas pernyataan yg umum itu. wah, sulit juga mengatakan dan berpendapat terhadap perbuatan sang anak tersebut. tapi aku berusaha melihat sisi positifnya sang anak dengan memperhatikan dengan seksama walaupun aku melihatnya sejenak saja, Ingin aku menanyakan kepada sang anak, kenapa ia mau melakukan hal yang demikian, pertanyaan besar di benakku..?? mau tidak mau harus kutemukan jawabanya…!!!!

Melihat, mempelajari tentang perbuatan anak tersebut. sebuah i’tibar aku temukan, dimana perbuatan yang dilakukan sang anak tersebut boleh di katakan sebagai “perjuangan suci untuk mendapatkan sesuatu yang suci” (Versi w memahaminya).

Kebanyakan orang saat ini, mengeluh dengan kondisi, keadaan, persoalan, kita sering mengatakan kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kenapa hasilnya demikian, kita sudah berkotor tangan, terjatuh, bersusah payah tapi kenapa ada keluhan di hati kita. mengapa demikian, kita ucapkan….???
Istigfar lah…..

sejenak saya mau mengajak sahabat, membayangkan perbuatan anak kecil yang saya ceritakan diatas, bermain bola kesukaan sang anak (lebih kerennya kegiatan/pekerjaan sang anak), sendiri identik dengan penderitaan ( sepi2, sendiri lagi nie ye..) menendang bola dengan sekuat tenaga (mewujudkan keinginan hati dan panggilan jiwa), setelah tendangan dilakukan sejauh jarak yang diusahakan sejauh itu anak mengejar bola yg ia tendang tadi (mengukur harapan dengan usaha yg dilakukan).

Hidup => Niat, berusaha, beribadah, tawakkal = “Janji Allah Pasti”

 ======> Jangan Sedih kita Akan Bersua di surga-Nya <====== 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: