“Jaga Hatimu Di Kota Padang” (Kisah Di Pulau Jawa & Sumatera)

Bismillah

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Cerita ini berawal dari cerita yang ditulis dengan catatan yang sangat sederhana, fenoma kehidupan jua lah yang membuat cerita ini berawal, jejaringan social (facebook) adalah silaturahmi saya dan dia. Hari demi hari, bulan berganti, tahun pun berganti, silaturahmi tetap terjalin sehingga lama kelamaan saya memiliki perasaan yang lebih terhadap dirinya.

Saya tak tahu dengan perasaan ini, yang aku tahu aku mennyukainya dan ingin menyampaikan apa yang ada di dalam sanubariku. Saat itu saya masih menjalin hubungan dengan wanita lain. Namun semenjak mengenal sosok perempuan dalam dirinya saya merasa menemukan sebuah keshalehan di dalam pribadinya.

Akhwat itu bernama Hafidzah, seorang mahasiswi pada perguruan tinggi Negri Kesehatan kota Padang, Sumatera Barat. Sedangkan saya adalah seorang Mahasiswa Di perguruan Tinggi Negeri Keagamaan di kota Padang dan alhamdulilah pendidikan S1 sudah siap saya selesaikan.

Saya mau menceritakan sebuah kisah kehidupan yang saya alami, khususnya menceritakan masalah hati (perasaan) kepada seseorang yang telah saya sebutkan namanya. Jujur sebelum mengenal sosok wanita shalehah seperti dalam pribadinya, Hafidzah aku sempat menjalin hubungan dengan wanita muslimah lainnya, namun satu hal yang tidak dimiliki oleh wanita shalehah pada umumnya adalah sikap keistiqomahan dalam menjaga perasaannya kepada seseorang.

Waktu pun terus berlalu, pergantian waktu membawa kepada perubahan kondisi dan situasi kehidupan. Komunikasi dengan Hafidzah pun berjalan dengan baik walaupun ketika saya mencoba mengatakan perasaan saya yang sebenarnya belum di tanggapi dengan serius tapi saya tetap semangat karena saya beranggapan suatu saat rasa itu akan datang dengan sendirinya.

Singkatnya cerita, setelah menyelesaikan S1 saya berencana mengambil S2 di luar pulau sumatera barat, saya pun mulai melangkah ke pulau jawa tepatnya di kota Yogyakarta. Setelah saya mengikuti tes masuk S2 di Yogyakarta tidak beberapa hari berikutnya Hafidzah juga mengadakan studi banding dari kampusnya ke kota Yogyakarta. Saya sudah mengetahui kabar itu dan melakukukan komunikasi dengan Hafidzah rencana mau  bersilaturahmi denganya di kota Yogyakarta tersebut.

Alhamdulilah, hari pertemuan pun tiba, saya menghubungi Hafidzah dan ternyata kami menyepakati untuk bertemu di salah satu tempat yang akan menjadi tempat kunjungan studinya Hafidzah, tempat itu berada di salah satu Rumah Sakit Umum Propinsi Dsarjito Di Kota Yogyakarta, saya pun pagi-pagi sekitar jam 09:00     WIB sudah siap-siap untuk pergi kerumah sakit tersebut.

Karena saya baru di kota Yogyakarta saya sempat nyasar juga mencari alamat rumah sakit tersebut, namun pada akhirnya saya berhasil menemukan lokasi yang menjadi tempat untuk berjumpa dengan wanita yang saya cintai dengan bantuan Trans Jogja, sesampai disana Hafidzah masih berada di tempat penginapan dan sebentar lagi mau ke rumah sakit tersebut.

Saya menunggu dan tetap bersabar menunggunya disana, setelah itu sms Hafidzah masuk ke inbox handphone saya yang tertulis jumpanya sore aja setelah selesai melakukan kegiatannya, saya pun membalas dengan oke. Setelah itu saya berjalan keluar sambil melihat pemandangan kota Yogyakarta dari rumah sakit tersebut.

Adzan shalat dzuhur pun dikumandangkan saya pergi ke masjid yang berada di RSUP tersebut untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur. Setelah selesai menunaikan shalat saya duduk di teras masjid dan saya melihat rombongan mahasiswa/I dari kampus Kesehatan Kota padang keluar dari tempat kegiatan mereka, mungkin hendak menunaikan shalat saya hanya bisa berdiam diri dan tetap menunggu sampai acaranya Hafidzah selesai di rumah sakit tersebut.

Akan tetapi, setelah rombongan studi Hafidzah menghilang dari arah penglihatan ku, terpaku pada seseorang pria yang berumuran sekitar 34 tahun rambut ikal dan panjangnya sebahu lewat di masjid tempat saya duduk dia menatapku dan aku pun menatapnya sambil berucap dan menyapanya mas.

Namun siapa yang menyangka sesuatu terjadi pada diriku setelah proses tatapan itu berlangsung. Setelah pria itu lewa, yang saya ingat ketika saya bangun dari tidur saya yang Cuma serasa 3 menit itu adalah dompet saya. Lalu saya mencarinya dekat tas namun tak ditemukan namun saya duduk dan berfikir jernih atas apa yang baru saya alami saat pria itu lewat.

Sebelumnya saya tertidur pas bangun tidak pernah ingat sekalipun kepada dompet, kenapa saya ingat akan dompet saya ketika pria itu lewat di hadapan saya, saya melirik arah pria itu berjalan namun saya tidak menuemukan sosoknya. Saya pun berprasangka bahwa saya telah di hipnotis oleh pria tersebut.
Soal hipnotis tetap tidak menjadi masalah bagiku untuk bertemu dengan Hafidzah karena tujuanku kesana bukan untuk dihipnotis namun untuk bersilaturahmi dan berjumpa dengan orang yang saya memiliki perasaan lebih terhadapnya yaitu Hafidzah Hafidzah.

Setelah kejadian itu, saya pergi ke kantor keamanan (satpam) Rumah Sakit dan menceritakan kejadian yang baru saja saya alami. Sewaktu saya berada di tempat keamanan rumah sakit Hafidzah lewat di depan pos pengamanan itu dengan rekan-rekan mahasiswa/I lainnya aku melihat betapa semangat dan bahagianya Hafidzah  melakukan studi tersebut.

Pada saat itu Hafidzah  masuk kedalam ruangan jantung yang juga tak jauh dari pos keamanan rumah sakit, saya masih bersyukur karena alat komunikasi saya tidak diambil oleh pria yang melakukan hipnotis terhadap saya. Waktu itu, aku melihat jelas wajah riang Hafidzah dan saya sms namun Hafidzah membalas bang ada dimana, setelah itu saya balas saya ada di pos keamanan RSUP tersebut.

Entah apa yang terjadi waktu itu waktu saya mencoba menghubungi nomornya Hafidzah tidak aktif-aktif seperti ada gangguan telekomunikasi pada saat itu, sms yang dikirim dan diterima jadi agak lama sampai di handphone masing-masing begitu juga dengan handphone Elizabeth teman dari Hafidzah yang cukup dekat dengan saya. Sepertinya waktu saat itu tidak pernah berpihak kepadaku.

Setelah selesai meberitahukan kejadian di pos keamanan RSUP, saya keluar dan mendapat sms Hafidzah  bahwa ia ada di dekat gerbang RSUP dan sebentar mobil rombongannya akan berangkat menuju lokasi studinya. Aku berusaha mencari dan menemukan mobilnya alhasil mobilnya udah pergi dari RSUP Dsarjito.

Hatiku sempat sedih, namun aku tersenyum kembali suatu saat nanti kita akan ditemukan di jalan-Nya. Aku pun kembali ke rumah tempat penginapanku di kota Yogyakarta. Perasaan ku bercampur pada saat itu, mau sedih orang lain juga nggak akan menghibur karena aku sendirian disana, mau senyum teringat kejadian pertemuan yang gagal tadi siang. Akhirnya Cuma berucap entahlah dan membuatku kelelahan dan diakhiri dengan aksi tidur.

Keesokan harinya, aku memulai aktifitas di SD Intisscholl demi memenuhi undangan dari Bapak kepala sekolah disana dan saya disuruh untuk mondok terlebih dahulu selama 1 Tahun, aku binggung harus ambil keputusan apa saat itu dan saya diberi waktu buat memikirkan itu, fikiran saya tidak focus kepada pemondokan waktu itu yang teringat adalah bayangamu Hafidzah.

Pada akhirnya, aku memiliki waktu untuk bertemu dengan Hafidzah tapi sayangnya hari cukup larut malam saat itu, yang aku temui di penginapan mereka adalah Elizabeth saja. Beberapa kali Elizabeth memaksaku untuk memberitahukan Hafidzah kalau aku ada di penginapan mereka, Namun aku tetap menolak supaya Elizabeth tidak mengatakan kalau aku disana.

Aku bahagia bisa melihat mereka bisa semangat dalam pendidikannya. Saat itu aku cukup merasakan kelegaan karena Elizabeth pasti menjaga Hafidzah. Aku cukup menyesal tapi aku harus bisa melupakan perasaanku karena bagaimana pun aku tak kan pernah ada di hatinya Hafidzah.

Keesokannya aku mulai mencari usaha untuk mengatasi kesulitanku karena beberapa yang silam aku kehilangan materi, identitas yang di hipnotis waktu di RSUP tersebut. Aku dan teman-teman disana merencanakan usaha peternakan lele dan alhamdulilah cukup berhasil usaha pada saat itu sehingga mampu membiayai kehidupan ku disana.

Setelah itu, kami agak kewalahan buat usaha lele, kami berhenti sejenak dan memikirkan usaha gorengan, alhamdulilah masih berjalan sampai saat ini bagi sahabat-sahabat yang berasal dari kota padang ketika mengunjungi kota gede lihat lah gorengan yang dirintis dengan semangat persahabat tersebut, semoga bisa menjadi besar usaha yang aku tinggalkan saat ini kepada sahabat-sahabatku yang disana.

Setelah kepergian Hafidzah meninggalkan kota yogya aku berusaha tegar menghadapi perasaanku padanya. Aku hanya bisa berpesan untuk “Menjaga Hatinya Dikota Padang”. Sekali lagi aku tahu Hafidzah tak kan pernah bisa mencintaiku seperti aku mencintainya, Namun aku akan tetap melakukan apapun agar ia bahagia walaupun aku dan ia tidak berjodoh aku akan tabah dengan ketentuan-Mu Ya Allah.

2 (dua) bulan aku di kota yogya, aku diberi amanah oleh Bos tempat aku kerja di kota padang untuk kembali ke kota padang demi melanjutkan perjuangan bisnis dan pengembangan usahanya di kota padang, semua akomodasi di tanggung oleh si Bos.

Aku bersyukur masih ada orang yang membutuhkan jasa dan fikiranku demi usaha yang di rintisnya padahal aku masih minim ilmu pengetahuan  namun Bos yang di padang telah percaya akan kinerja selama ini dan aku binggung saat itu harus menentukan arah yang mana di hatiku. Setelah istikahrah aku memutuskan kembali kekota padang sesampai di kota padang aku merasa agak canggung melakoni kehidupan di kota ini.

Aku merasa hanya akan mengingat kembali fikiran ku akan keberadaan Hafidzah di kota padang ini. Hari pun berlalu dan aku bersyukur masih diberi kesempatan waktu untuk menikmati perjuangan hidup ini. Jujur aku tidak bisa melupakan perasaan ku kepada Hafidzah. Namun yang bisa aku lakukan adalah mencintainya walaupun aku jarang menemui dan menjumpainya karena aku tahu Hafidzah nggak akan pernah ada waktu buat bertemu denganku.

Kenyataan hidup harus kita terima, selaku hamba Tuhan kita hanya bisa merencanakan dan yang menentukan hasilnya adalah yang maha mengetahui segala isi alam ini, nuansa kota padang masih terasa cukup berat bagi ku untuk menjalani rutinitas ini.

Tapi aku harus tetap semangat karena hidup itu adalah pilihan, menggapai sesuatu memang harus diperlukan perjuangan dan kesabaran agar hasilnya menjadi hasil yang berkah dan terbaik.

Terus terang kota padang membawaku merasakan kerinduan yang tiada henti merindukan Hafidzah di hatiku, aku selalu menunggu waktu yang tepat untuk bisa berjumpa dengan Hafidzah di kota padang, aku sangat merindukannya, aku tak tahu kenapa diriku harus mengalami kerinduan yang mendalam seperti ini, padahal sebelumnya dengan perempuan lain yang aku kenal dan dekat denganku aku tidak pernah merasakan perasaan sedalam perasaan hatiku terhadap Hafidzah.

Dalam fikiranku, aku masih merindukannya dan berharap memiliki kesempatan untuk berjumpa dengan Hafidzah. Tibalah saatnya kami berjumpa di kota padang, saat aku melihatnya aku merasakan kebahagiaan walaupun sebenarnya aku agak kurang percaya diri untuk bertemu dengan Hafidzah. Aku sebenarnya memang sosok laki-laki yang terlalu takut menyampaikan perasaan terhadap seorang perempuan jika bertemu langsung.

Dari hari ke hari waktu terus bergulir, semenjak pertemuan itu aku dan Hafidzah memiliki komunikasi yang baik, namun satu hal yang selalu membuatku binggung adalah setiap kali aku mengatakan perasaan suci di dalam hatiku terhadap Hafidzah aku hanya akan mendapatkan sikap diam seribu bahasanya dan kalau aku teruskan Hafidzah pasti akan merasa terganggu dengan kenyamanannya bersamaku.

Terkadang aku sulit mau memulai seperti apa, dari mana, dan bagaimana seharusnya supaya aku mengetahui perasaan Hafidzah terhadapku. Pernah suatu hari sahabat Hafidzah yang juga cukup akrab dengan ku yaitu Elizabeth menghubungiku melalu handphone selulernya dan mengajak aku untuk bertemu karena ada sesuatu hal yang ingin ia sampaikan kepadaku.

Saat itu, aku bertanya-tanya sendiri, kenapa Elizabeth mau bertemu dengan ku dan ia mengatakan bahwa ini kabar gembira dari Hafidzah untuk aku. Aku pun pergi menemui Elizabeth disebuah pinggir sungai saya nggak tahu kenapa lokasi itu menjadi tempat bagiku untuk mendengar kabar gembira tersebut.

Sesampainya aku di pinggir sungai untuk mendengarkan sesuatu dari Elizabeth temannya Hafidzah, Elizabeth menyampaikan pesan dari Hafidzah bahwa ia uda (sapaan akrab Elizabeth terhadapku) uda Elizabeth menyampaikan pesan dari Hafidzah bahwa Hafidzah juga sayang sama uda.

Saya malah tersenyum simpul dan mengeleng-gelengkan kepala seolah-olah saya tidak percaya atas apa yang Elizabeth sampaikan terhadapku barusan. Aku mengatakan sesuatu sama Elizabeth kalau memang Hafidzah memiliki perasaan seperti yang uda rasakan kenapa bukan Hafidzah langsung yang mengatakan hal ini sama uda, saya mencoba menyindir Elizabeth bahwasanya apa yang ia sampaikan barusan adalah suatu pernyataan untuk membuatku tersenyum untuk sebentar saja dan jika pun ia Hafidzah menyampaikan hal yang demikian terhadap sahabatnya di karenakan ia menjaga perasaaanya sebagai seorang perempuan dikarenakan bahwa aku terlalu memaksa ia untuk member jawaban atas perasaanku.

Elizabeth melanjutkan perkataannya, terus Hafidzah sebenarnya sudah menyiapkan kado ulang tahun buat uda ketika uda masih di Yogyakarta kalau uda mau kado itu silahkan Tanya Hafidzah. Intinya Elizabeth mengajak untuk bertemu dengan ku waktu itu adalah untuk menyampaikan pesan dari Hafidzah kepada saya.

Setelah Elizabeth menyampaikan amanah dari Hafidzah, aku seakan tidak percaya atas apa yang Elizabeth sampaikan, kemudian saya menghubungi Hafidzah untuk meminta penjelasan atas apa yang Elizabeth sampaikan barusan, saya menanyakan Hafidzah apakah betul yang Elizabeth sampaikan bahwa Hafidzah juga sayang sama abang (saya).

Hafidzah terdiam dan mengatakan iya, setelah itu saya terus menanyakan hal yang sama apakah betul Hafidzah sayang sama abang, kemudian Hafidzah mengatakan sesuatu bahwa ia telah menjawab apa yang saya pertanyakan dan jangan tanyakan lagi hal yang sama, saya terdiam dan mengatakan, baiklah dan saya tutup dengan ucapan terima kasih dengan merubah pembicaraan sambil melanjutkan pembicaraan yang lain, oh iya kata Elizabeth, Hafidzah ada hadiah ulang tahun buat abang, mana dia, ungkap saya sambil menagihnya dan Hafidzah menjawab bahwa ia akan memberikannya nanti kalau sekarang tidak bisa sambil tersenyum di telepon genggamnya.

Setelah mendengar langsung dari Hafidzah atas apa yang saya dengarkan dari sahabatnya (Elizabeth) saya berfikiran bahwa apapun yang saya dengar barusan tidak seutuhnya seperti itu sampai akhirnya saya berterima kasih atas bantuan Elizabeth telah menyampaikan hal demikian kepada saya dan aku pulang kembali ketempatku begitu pun dengan Elizabeth.

Tiba saatnya saya menagih janji Hafidzah akan hadiah ulang tahun buatku akhirnya Hafidzah juga memberikan hadiah itu, walaupun aku sempat mempertanyakan saat itu bahwa kado yang ingin Hafidzah berikan padaku bukan lah yang akan ia berikan padaku saat itu.

Hal demikian karena Elizabeth pernah mengatakan bahwa kado yang telah dipersiapkan itu berada dalam kotak yang bewarna hijau dan Hafidzah mencari alasan bahwa yang akan ia berikan adalah yang saya terima saat ini yaitu sebuah al-Qur’anul Karim (Terjemahan Tafsir per kata) saya hanya bisa berterima kasih atas pemberiannya semoga bermanfaat dan Hafidzah pun tersenyum dan saya bepamitan untuk kembali kerumah sambil mengucapkan salam.

Malam pun datang dan seperti biasa kami bercerita mengenai kegiatan yang telah di lalui seharian, sambil tersenyum dan mencoba menikmati indahnya malam itu. Pada akhirnya saya mencoba meminta foto Hafidzah untuk saya buat video tentang kisah kami berdua namun Hafidzah tidak mau memberikanya.

Namun aku mencoba mencari foto-foto Hafidzah di facebook tapi sayangnya foto di facebooknya selalu ada teman-temannya akan tetapi tidak membuat saya putus asa, saya selalu mencari foto mana yang sesuai dan memiliki kesamaan antara kami berdua.

Hasilnya saya berhasil menemukan beberapa foto dan mengemasnya dalam kemasan video walaupun foto kami berdua tidak ada tapi setidaknya ada kesamaan gaya, mimik wajah, ekspresi dari foto kami berdua yang intinya kami ini berjodoh.

Sampai saat ini video tersebut masih menemani kesepianku, aku tak tahu kenapa aku nggak pernah bosan melihat video itu mungkin dikarenakan foto-foto yang mampu membuat saya nyaman dengan lirik lagu “please forgive me” yang begitu indah serta video ini selalu saya lihat menjelang tidur di malam hari. Saya tak tahu apa yang terjadi dengan saya ketika melihat video itu yang teringat adalah kenangan saat bersama Hafidzah yang membuatku tersenyum dan terkadang juga meneteskan air mata.

Diantara lirik lagu yang membuatku bersedih adalah sebagai berikut:

Please forgive me, I know not what I do
Please forgive me, I can’t stop loving you
Don’t deny me, this pain I’m going through
Please forgive me, if I need you like I do
Please believe me, every word I say is true
Please forgive me, I can’t stop loving you

Saat ini saya hanya bias mengatakan bahwa apa yang ada dalam sanubari ini tulus adanya atas izin-Nya. Aku tahu perasaan ini tak selayaknya aku sampaikan padamu karena aku tahu dirimu bersusah payah membangun pribadi itu. Terkadang pepatah mengatakan orang terjatuh bukan karena batu yang besar akan tetapi lebih banyak terjatuh oleh batut-batu kecil.

Aku sadar akan kesalahanku mengatakan perasaan ini padamu, banyak yang menasehatiku untuk menyimpan kisah ini seperti yang di amalkan oleh khalifah Ali Bin Abi Thalin dan Fatimah (Putri  Nabi SAW/ mencintai dalam diam)

Sebelumnya aku minta maaf atas tindakan ku ini, tapi semata aku lakukan untuk mu Hafidzah, dirimu bagaikan inspirasi bagiku, kekuatan yang mampu membuatku mencintai mu dengan cara yang baik, aku tak tahu harus mengatakan apalagi, Please forgive me adalah sebuah lagu untuk memanggil keberadaanmu kedalam hatiku.

Kebersamaan yang ada diantara kita mampu membuatku menikmati indahnya dunia ini, sebelumnya diriku memahami dunia ini begitu indah tapi semenjak mengenalimu keindahan dunia itu yang diucapkan dengan rasa syukur semakin meningkat, keimanan ini pun menjadi lebih baik, aku tak tahu ada apa dengan aku dan hatiku terhadapmu Hafidzah.

Walaupun banyak orang mengatakan bahwa niatku mesti dicurigai jika aku melakukan ini karena dirimu, aku menjawabnya bahwa ini kebaikan yang datang atas izin Allah  melalui dirimu Hafidzah, dirimu adalah pendorong kepada kebaikan ku, aku sangat bersyukur sekali dengan kehadiranmu disini, karena dirimu aku mampu mencoba menuliskan tulisan ini sebagai bukti aku tak berdaya tanpamu.

Rasa cinta ini selalu aku tunggu dan aku nanti dengan rasa sabarku, saat ini pun kita berjauhan hanya ada satu kepercayaam bahwa aku percaya cinta kita akan indah pada waktunya atas izin-Nya.

Saat kita berpisah, aku hanya ingin dirimu mengetahui betapa merindunya diriku ini kepadamu, aku berharap kenangan diantara kita menjadi kekuatan bagimu untuk tetap istiqomah menjaga hatimu untuk abangmu yang di kota padang.

You are stiil Number one , sampai kapan pun dirimu akan selalu ada dihatiku, walaupun saat ini begitu banyak perasaan yang mendekatiku, yakinlah disini aku satu mencintaimu dan menunggu kedatanganmu dari kota Bengkulu.

Aku mau mengatakan sesuatu setelah dirimu pergi meninggalkanku, aku harap dirimu sudi mendengarkan ini:

Senin, Saya Tunggu…..

Selasa Saya Masih Menunggu…

Untuk Melihat, Lihat, Lihat Bahwa Anda Baik2 Saja Disana..

Rabu, Anda Masih Tak Disini…

Baik Dipagi Hari Maupun Nanti…

Kamis Juga Tidak Ada (Kosong)….

Jum’at, Sabtu Bahkan Minggu…

Setiap Hari Yang Saya Merindukanmu Ada Disini..

Tidak Ada Hari Yang Anda Akan Kembali Untuk Hari Tua Kita..

Berapa Lama Kita Akan Seperti Ini…

Saya Tidak Tahu….

Berapa Bulan Atau Berapa Tahun….

Berapa Banyak Miliaran Memori Masa Lalu kita….

Saya Selalu Merindukan Kedatanganmu….

Hal Ini Karena Anda Yang Datang Kepada Saya…

Untuk Tinggal Di Hati Saya Setiap Malam & Siang…

“Apakah Cinta & Hati Itu Membuat Kita Bertemu Satu Sama Lain”

Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu, tulisan ini belum lengkap dan belum aku sempurnakan untuk kisah kita, aku mesti banyak menulis dan mengasah keterampilanku menulis kisah ini, aku ingin menjadikannya sebuah novel yang insyaallah akan menjadi inspiraasi bagi kehidupan ini.

Maafkan aku hanya bisa menuliskan ini sampai disini dulu, nanti akan aku lanjutkan setelah hatiku kembali pulih dari lukanya, aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu Hafidzah, saat ini godaan itu sangat besar dan dahsyat merusak kepribadian kita, saat ini begitu banyak perasaan yang mengatakan bahwa ia menyukaiku begitu juga dengan perasaan yang datang kepadamu tapi kamu harus dengarkan hatiku ini:

Ada Banyak Hal Yang Telah Mengubah Diri Saya, Yaitu: CINTA..

Saya Jatuh Cinta Pada Seseorang……

Dia Adalah Wanita Yang Baik & Sangat Lucu…

Pada Saat Itu, Saya Berusaha Untuk Menjadi Lebih Baik…

Belajar Lebih Baik Lagi, Sehingga Ia Merasakan Apa Itu CINTA..

Dia Tahu, Saya Mencintainya….

Tetapi Kami Tidak Memiliki Akhir Yang Bahagia, Sangat Buruk….

Dia Pergi Meninggalkan Saya…

Tetapi Saya Berfikir tentang Hal Ini….

Ia Seperti INSPIRASI Buat Saya….

Dia Membuat Saya menggunakan CINTA Dengan Cara Yang Baik..

Dia Seperti Kekuatan Yang Mendukung Saya ….

Untuk Menjadi Lebih Baik & Lebih Baik, Sampai Hari Ini….

Saya Ingin Memberitahu Dia, Bahwa Saya Telah Menunggu…

Seseorang Untuk Kembali Dari Kota “BENGKULU”……

Bisakah Anda Dengar Itu (HATIKU)….

Apakah Saya Harus Memberitahu Bahwa Saya Mencintai Anda…

Tetapi Aku Tidak Bisa Mengungkapkan……

Rasa Sejati Saya Untuk Siapa Pun Kecuali Diri Anda….

Bisakah Anda Dengarkan Itu (HATIKU)….

Aku Hanya Bisa Berharap, Anda Akan Tahu itu…

Bahwa Aku Satu Disini Untuk Mencintai Anda…

Saya Mohon Tolong Tahu Itu..

CINTA Bisakah menghubungkan Anda dengan saya..

Hanya ada HATI yang tahu…

SIAPA yang ada di mimpi saya..

ANDA adalah salah satu yang telah lama saya tunggu..

Karena HATI adalah mengemis…

Karena HATI adalah menyerukan bahwa ANDA…

Dilahirkan untuk saya selamanya..

Ini adalah karena HATI saya…

Jangan binggung Anda adalah satu-satunya…

Tidak banyak ALASAN, Hal ini karena SAYA memilih KAMU..

                         ====> HATIKU MASIH UNTUKMU <=====

By: J.E.
To: Hafidzah Rahimah

Nama-nama yang diceritakan adalah nama samaran, jika ada kesamaan nama, tempat, dan peristiwa itu ketidaksengajaan semata.

Bersambung………

4 responses to this post.

  1. Posted by lialivea on April 28, 2012 at 12:27 pm

    hgmmmm kurang paham laa

    Balas

  2. DI TUUNGGU CERITANYA

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: