Islam Mengajarkan Jatuh Cinta

Mahabbah => Cinta..Cinta..dan Cinta..
5 huruf yang selalu menghapuskan kesedihan
1 kata yang selalu membangkitkan semangat juang

Cinta..Cinta..dan Cinta..
Tak ada habisnya jika kita berbicara cinta, apalagi bagi yang masih muda Seakan cinta menjadi magnet yang  kuat dalam hidup ini.

Apakah jatuh cinta dilarang? Tentu tidak, jatuh cinta adalah fitrah Manusia. Namun yang menjadi persoalannya adalah bagaimana mengelola dan menyalurkan cinta itu agar tidak terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan kepada Allah.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.” (Ar Rum : 21)

Dari kutipan ayat al-Qur’an tersebut, tidak diragukan lagi bahwa Allah SWT sengaja memberikan rasa cinta kepada umat-Nya agar saling mengasihi satu sama lain. Di sisi lain para psikolog berpendapat bahwa rasa cinta sangat dibutuhkan manusia karena sifat dasar manusia yang lemah dan tidak bisa hidup sendiri. Jadi, sebagai manusia kita tak akan mungkin terlepas dari rasa cinta. Kurang bijaksana rasanya apabila kita ‘menutup mata’ untuk tidak mengetahui seluk beluk cinta apalagi berpikir ‘masa bodoh’ terhadap rasa cinta yang kita alami.

Islam adalah agama yang mulia, yang telah mengatur bagaimana seharusnya seorang muslim/muslimah (terutama para pemuda) menyalurkan cintanya. Namun terkadang, masalah cinta ini begitu kompleks dan sulit diatasi. Tentu saja, karena masalah cinta merupakan masalah multifaktorial, yang melibatkan sisi psikologis maupun sisi fisiologis manusia.

Beberapa kisah cinta para Salafussaleh Generasi terbaik islam ini ternyata pernah juga jatuh cinta. Namun, pastinya mereka dapat mengatur cinta itu sesuai dengan koridor syari’at, dan kepada merekalah seharusnya kita belajar.

Ada satu kisah yang sungguh menarik: Siti Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah, pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib: Wahai Ali, sesungguhnya sebelum menikah, ada laki-laki di kota Mekkah ini yang sangat aku kagumi.” Lalu Ali berkata: “Jadi engkau menyesal menikah denganku?” “Tentu tidak, karena laki-laki itu adalah kamu”.

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah, Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu, Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas, Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah, Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki. Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-Nya di atas Arsy Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasul-Nya Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu, satu jam bersama serasa satu menit saja.

Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi. Cinta seperti ini diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama sekaligus pujangga dan ahli hukum dari Andalusia Spanyol dalam bukunya Kalung Burung Merpati (Thauqul Hamamah), “Cinta itu bagaikan pohon, akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah.

Subhanallah, Jatuh Cintalah dengan Syari’at, Ayat & Hadits yang menganjurkan jatuh cinta:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS.Ali Imran:14).

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.Ali Imran:31)

Ada tiga hal, jika seseorang berada di dalamnya, niscaya ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya; tidaklah ia mencintai kecuali karena Allah; dan ia takut kembali kepada kekufuran, setelah Allah menyelamatkan ia daripadanya, sebagaimana ia takut dilemparkan ke api neraka.” (HR.Bukhari dan Muslim).

“Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Ku naungi mereka, dimana tidak ada naungan yang lain selain naungan-Ku.”(HR.Muslim)

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.Ali Imran:31) “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Ku naungi mereka, dimana tidak ada naungan yang lain selain naungan-Ku.”(HR.Muslim).

Wallahu A’lam Bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: