“Virus Merah Jambu (VMJ)”

Untuk Kekasih Hati Yang Telah Menyakiti……..

Cinta adalah sebuah fitrah yang tiada terkira gejolaknya. Karena cinta kita bisa melakukan segalanya. Untuk cinta kita rela berkorban bahkan mengorbankan cinta itu sendiri demi tujuan yang lebih mulia.

Saya akan menceritakan sebuah kisah seseorang yang saling mencintai namun mengikhlaskan cintanya pada orang yang dicintainya untuk Allah. proses perkenalan antara seorang perempuan dengan seorang Pria berujung kepada rasa cinta, cinta kepada selain jenis yang merupakan fitrah tak terhingga.

Mereka saling mengetahui satu sama lain karena lingkungan tanpa sengaja menceritakan tentang mereka berdua. Mereka mengenal satu sama lain karena Allah tanpa sadar menyatukan. menurut saya keduanya berada dalam lingkaran virus merah jambu atau VMJ.

Keduanya mengetahui bahwa mereka terjangkit virus merah jambu,  mereka juga memahami bahwa perasaan (dalam hati) menyadari pacaran itu tidak dibolehkan dalam ajaran syari’atnya. bagaimanakah mereka menjaga perasaan tersebut, saya akan jelaskan, sabar yah……….:D.

Mereka seperti orang yang tersadar dari mimpi yang sangat panjang. mereka menyadari bahwa yang wajib di cintai itu adalah cinta kepada-Nya. mereka ingin melepaskan perasaan cinta tersebut dan fokus kepada cinta yang hanya cinta kepada-Nya (Allah), tapi entah kenapa mereka sulit sekali melakukannya.

Selalu ada celah kecil yang membuat mereka tanpa sengaja bertemu dan bercerita tentang cinta itu lagi. padahal mereka sudah menutup  pintu-pintu hati dan telah dikunci rapat hanya untuk-Nya, tetapi selalu ada kunci lainnya yang membuka gerbang cinta diantara mereka itu.

Kunci itu adalah harapan mereka berdua untuk membina rumah tangga (menikah). tapi untuk saat ini mereka masih sangat muda dan belum memiliki penghasilan yang tetap itupun menjadi faktor penghambat cinta mereka. seperti apakah mereka membina rasa cinta itu agar mereka tidak melanggar ajaran syari’at, aku pun binggung mau menuliskan apa tapi sebentar ada ide nie….:)

Mereka memohon sambil berdo’a dalam setiap ibadahnya masing-masing, yaitu kepada Yang Maha Mengetahui segala isi hati, mereka mengadukan bahwa mereka sangat  sulit untuk melepaskan rasa cinta yang telah bersemayam di hatinya masing-masing, terkadang mereka berfikir untuk  membuang  jauh-jauh dari segala harapa cinta itu.

Mereka menangis karena mereka terlalu lemah untuk meminta sesuatu yang bertentangan dengan hatinya. mereka meminta agar dijauhkan satu sama lain. padahal mereka sangat mengetahui bahwa mereka  terlajur  mencintai satu sama lain dari hati mereka yang sangat dalam.

Tapi mereka tidak bisa meninggalkan perasaan itu menetap secara terus-terusan dalam hatinya. mereka  mau tidak mau wajib melepaskan perasaan dari dalam hatinya tersebut, hanya satu tujuan yaitu memberikan cintanya pada pemilik perasaan (hati) yaitu: Allah.

Mereka akan mengikhlaskan cinta itu kepada Allah, Jika mereka bertemu karena Allah, maka mereka ikhlas  berpisah demi Allah, meski di dalam hati kecil mereka merasakan kepedihan karena mereka akan meniggalkan kenangan cintanya.  waduh repot juga yah kisahnya….., Bagaimana mereka menjaga cinta itu hanya untuk Allah, Penasaran…..sabar…sabar..sabar…lagi mencari ide di kepedihanku saat ini…., aku dapatkan yukkk menulis lagi……, penasaran kan gimana kisah lanjutnya…….ini dia….

sejak saat itu, mereka saling berpisah satu sama lainnya. mereka pun tidak pernah menjalin komunikasi lagi. saat perpisahan cinta itu terjadi mereka sangat kesusahan mengontrol suasana hati mereka, mereka terisak-isak dan tak hentinya menangis satu sama lain, namun itulah cinta yanga da dalam hati mereka, setelah kesedihan melanda hati mereka masing-masing. mereka selalu mengambil i’tibar dari apa yang telah mereka alami,  suatu keyakinan dan semangat timbul dalam hati mereka masing-masing bahwa mereka yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambanya.

Semangat cinta mereka adalah melakukan ibadah dengan sangat khusyuk, bermunajat serta berikhtiyar untuk mendekati Allah.  mereka yakin bahwa Allah telah menjadi tujuannya dalam setiap sujud dan takbir dan mereka semakin bersahabat  dengan ayat-ayat al-Qur’an dan tadabburnya, Subhanallah..

Perlahan kesedihan dengan tetesan air mata mereka yang  jatuh membuktikan betapa susahnya mereka menhadapi perasaan cinta tersebut dengan petunjuk dari Allah mereka menemukan kelemahan mereka selaku insan yang memilki perasaan cinta yang juga di anugerahi kemuliaan cinta oleh yang maha kuasa.

Mereka bersedih bahwa  kini mereka berdua tiada lagi  mencintai satu sama lain kecuali mencintai Allah.  tapi mereka juga bahagia bahwa mereka  yang sangat dhoif dan fana ini tidak  mengotori hati mereka  lagi yang sangat khusyuk bermunajat pada Sang Ilahi Rabbi.

Kini mereka tahu bahwa mereka saling mengikhlaskan satu sama lainnya karena cinta mereka hanya pada Allah. Mereka ada untuk Allah dan akan selamanya seperti itu. Kini hijab antara mereka yang membentengi mereka berdua tidak akan terbuka selama-lamanya kecuali takdir Allah yang mengatakan untuk membukanya.

Mereka tersenyum simpul pada Allah dalam kesedihan dan tangis, mereka menangis terharu pada Allah dalam relung hati mereka. Andai mereka tahu rasanya mengikhlaskan kekasih yang dicinta demi Allah, maka tiada lagi Virus Merah Jambu/ VMJ yang membawa mereka untuk merasakan panasnya api neraka.

Thanks a lot Allah…

Allah telah menyelamatkan mereka berdua dari panasnya api neraka.
Semoga mereka  selalu menjaga cinta mereka hanya untuk Allah sekaligus bisa memberikan senyuman termanis pada dunia sampai mereka terlelap di sajadah tuanya untuk selama-lamanya…Amin.

Jagalah Allah dihatimu………
Maka Allah akan menjagamu selalu & Selamanya…

Padang, 08 Mei 2012

By       :  Jumi – E
Spirit : “Jaga Hatimu Di Kota Padang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: