“Insya Allah 2 Tahun Lagi”

Entah kekuatan dari mana, sehingga berani-beraninya aku mengatakan sebuah kalimat kepadanya waktu itu, Aku mengatakan hal ini kepadanya dengan berkata “insya Allah 2 tahun lagi”  aku akan datang kerumahmu untuk mengkhitbahmu ukhti, semoga ini tidak melukai hatimu.

Ukhti itu hanya bisa terdiam sambil berkata dengan nada candaan, ingusnya belum bisa dibersihkan sendiri, gimana mau menikah, Aku hanya bisa tersenyum dan tidak melanjutkan bahasa apa lagi, mungkin benar kata pujangga yang mengatakan “lebih baik diam karena diam itu Emas”.

Saat itu aku berfikir sudah saatnya untuk memberi keputusan tentang “proses” kami berdua. selama ini aku  telah berusaha memusyawarahkan kepada orang tuaku dengan beragam cara mulai dari memahamkan konsep nikah “versi” yang saya pelajari, dan sedikit banyaknya menceritakan sosok ukhti pada mereka hingga melibatkan orang yang paling ayah percaya untuk membujuk ayah agar mengizinkan aku untuk menikah yaitu Mamak aku walaupun sejujurnya Mamak Aku tersebut melarang menikah dalam usia dini. Tapi berkat lobi dia terpengaruh olehku.”

Usaha itu ternyata dilarang pihak keluarga sebelum aku benar-benar memiliki pekerjaan yang tetap dan usia yang matang, akhirnya aku mengalah dengan keputusan itu, dengan tetap tersenyum atas apa yang telah aku lakukan. Dengan peringatan seperti itu aku pergi ke kota padang untuk menemukan jati diri ini kembali agar niat dalam hati untuk menikah itu bisa teratasi.

Sebagai seorang Ikhwan, aku tak ingin kehilangan sang ukhti, walaupun aku mengetahui bahwa konsep Pacaran itu tidak ada dalam ajaran Islam. Oleh karena itulah aku pernah mengatakan untuk menikah kepada Ukhti tersebut karena aku begitu taku akan kehilangan Ukhti sehingga aku memberanikan diri untuk menanyakan itu, walaupun  cara penyampaianku kurang tepat, aku hanya menanyakan ia saja tanpa menanyakan kepada pihak keluarga, maklum baru belajar.

Tapi, kenapa dia diam dan hanya menanggapi dengan candaan, mungkin di karenakan bahwa Ukhti begitu kaget mendengar perkataanku tersebut, sehingga hanya bisa diam karena juga belum mengetahui dengan pasti jawaban apa yang akan di berikan, karena selama ini aku terlihat biasa saja.

Tak urung aku fikirkan akan hal itu, sebenarnya akan mudah saja bagi Ukhti untuk menolak permintaanku, jika memang ia tidak menyukai ku. Tapi bagaimana jika ukhti itu juga menyukai dengan diam di dalam hatinya sampai ada yang bisa membuka pintu hatinya itu dengan lebar dan sangat lebar.

Satu hal yang tidak aku ketahui dari diamnya saat ini adalah apakah ia memang menyukai ku atau aku juga pernah berfikir bahwa ia bisa menolaknya dengan mengatakan kepadaku bahwa ini tidak di benarkan dalam ajaran Islam.

Ukhti aku ingin dirimu tahu melalui tulisan ini bahwa aku menunggumu sampai waktu untuk menikah itu datang, ketahuilah ukhti menikah itu termasuk dalam kategori ibadah, Aku ingin dirimu penyempurna agama ku (Dien).

Jodoh adalah ketentuan Allah. Kita selaku hamba Allah hanya bisa merencanakan dan mengamalkan apa yang bisa kita usahakan untuk meraih ridha-Nya. Boleh jadi, apa yang kita rencanakan seperti aku merencanakan ukhti untuk menjadi pendampingmu ukhti tidak menjadi jodoh ku kelak, karena itu, aku inginkan kita bisa menyikapi sewajarnya saja dan itu aku peroleh dari sikap diammu ukhti.

Setiap orang mempunyai hati, hati tersebut akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya, Sang Pencipta, Allah SWT. Aku berharap Ukhti bisa menjaga hati (istiqomah). Jodoh ada ditangan Allah SWT.

Kalau lah kita berjodoh Allah pasti akan mempertemukan kita di jalan-Nya. Percayalah janji Allah itu pasti. Bahwa wanita baik-baik untuk laki-laki yang baik dan begitu sebaliknya.

Janji Allah tak pernah ingkar. Selalu dan selalu ditepati-Nya.
Percayalah, Allah telah menciptakan seseorang yang khusus Dia ciptakan untukmu. Dia adalah yang terbaik di antara yang baik. Kalau aku tebak ia adalah: Aku (Ikhwanmu Ukhti) Aku menunggumu.

Padang, 09 Mei 2012

By        : Jumi-E
Hujjah: Jaga Hatimu Di Kota Padang

3 responses to this post.

  1. aku sedih gan……..

    Balas

  2. Aku akan menunggumu kakak ku sayang….!!!!

    Balas

  3. Ku harap dirimu juga mau menunggu sampai saat kita di temukan🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: