“Ketika Jalan Kaki” (Teringat Waktu Bersamamu)

Jalan Kaki Itu Menyenangkan!, Apa iya sih. (pertanyaan dalam benakku) Aku pernah merasa bosan ketika berjalan kaki, namun ketika suatu waktu aku melakukan perjalanan dengan jalan kaki ketika bersama seseorang aku merasakan begitu menyenangkan jalan kaki tersebut meski waktunya relatif singkat.

Meski tergolong olahraga yang murah dan mudah, namun bagi saya dan kebanyakan  orang yang berpikir dua kali untuk menjadikan olahraga ini sebagai pilihan.

Saya mau menuliskan sesuatu yang masih teringat dalam ingatan. yaitu mengenai “Jalan Kaki”. Ada sebuah pengalaman yang unik dalam hidupku ketika melakukan jalan kaki. Pada awalnya saya enggan untuk jalan kaki. suatu saat ketika saya bersama seseorang dan salah satu alternatif saat itu yang kami miliki adalah dengan melakukan jalan kaki. Aku sempat malas juga sih, mesti gimana lagi hanya itu salah satu solusi saat itu ketika bersamanya.

ketika saya menuliskan hal ini, saya teringat akan seseorang, saya bukan sengaja mengingatnya tapi teringat olehku saat ini peristiwa yang sudah aku alami di masa lalu.

So memahami sesuatu terkadang yang tidak disengaja hadir dalam ingatan  kita bisa jadi lebih terasa hangatnya,  lebih terasa indah, lebih bermakna dan sungguh mendalam jika kita hayati dengan perasaan yang bersumber dari dalam hati jika dibandingkan dengan sesuatu yang sengaja diingat-ingat.

Apapun yang saya  ingat saat ini terhadap sesuatu yang masih tersimpan dalam ingatan saya yaitu saat jalan kaki itu. terkadang ketika saya teringat hal demikian saya hanya bisa merasa sedih bahkan menangis, karena kenangan jalan kaki ini membawaku kepada suatu takdir yang tidak memihak kepadaku.

Terus terang, saya merindukan orang yang dahulu berjalan kaki dengan saya, Sebenarnya waktu kami melakukan jalan kaki bersama, kami sempat bercerita tentang jalan kaki itu, saya sudah pasti tidak setuju dengan jalan kaki dan seseorang yang bersamaku waktu itu memiliki pemikiran bahwa jalan kaki itu asyik dan sangat menyenangkan. sebenarnya saya merasakan aura kenyamanan itu waktu berjalan kaki bersamanya, namun karena saya sudah mengatakana apa asyiknya jalan kaki awalnya terpaksa egois juga dengan pendapatku.

Jalan kaki yang ternyaman aku alami dalam hidup ini adalah ketika berjalan kaki bersamamu. (Bukan gombal tapi faktanya demikian) karena dirimu tahu siapa diriku bukan ahli gombal dan itu sudah sering kamu ketahui bahwa setiap aku belajar untuk mengombal terhadap dirimu, diriku selalu dirimu ketawain (saking nggak bisanya merayu).

Ketika jalan kaki bersamamu, Aku merasakan bahwa sesuatu  yang kita lakukan itu hendaklah di jalani dengan keikhlasan (itu pelajaran pertama) sebab hanya  dengan keikhlasan kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih indah, sama halnya ketika jalan kaki bersamanya saat itu aku nggak ikhlas bannget untuk berjalan (terpaksalah bahasa kerennya) namun apa yang aku dapatkan setelah langkah-langkah kaki ku berjalan.

Aku mulai merasakan tulusnya seseorang yang berada disampingku saat itu untuk menemani diriku (karena diriku yang mengajaknya untuk jalan keluar, karena kendaraan aku dan sahabatku waktu itu ketempatnya hanya satu dan kendaraan itupun dipakai sahabatku pergi bersama teman dari seseorang yang sangat tulus hatinya menemaniku berjalan kaki  saat itu).

Semakin melangkan, semakin aku merasakan betapa menyenangkannya jalan kaki itu (mungkin karena bersama dia), Aku bisa merasakan dengan dekat betapa lembutnya hati seseorang itu, semenjak saat itu aku bertambah kagum dengan sikap kesederhanaannya itu.

Jalan kaki juga membuat saya melihat lebih dekat apa yang terjadi, membaca dengan lebih jelas, saat saya tidak berjalan kaki saya tidak bisa memaknai sebuah perjalananku dengan dekat dan sangat jelas. Saat berjalan kaki bersamanya aku melihat antrian kendaraan, orang yang serba tergesa, dan kadang melihat air mata dari pertengkaran kecil yang saya lihat di pinggir jalan dan hal-hal kehidupan lainnya.

Aku sangat memaknai perjalanan (jalan kaki) itu,  Aku mulai mengerti dan mulai memberanikan diri untuk meraih suatu harapan dan  kesempurnaan. tak pernah terfikirkan sebelumnya, Aku melangkah (jalan kaki) akan membawa pelajaran yang begitu memberikan aku pengalaman tentang kehidupan yang tidak bisa aku sampaikan dengan tulisan ini saja.

Aku sangat bersyukur, jika tanpa ia menemaniku Jalan kaki saat itu mungkin tak akan pernah aku merasakan pembelajaran yang berharga ini. Melalui tulisan ini aku hanya bisa mengatakan “bila tak ada kamu disisiku”Aku tak akan mampu bertahan saat ini, aku sangat berterima kasih kepadamu.

Satu hal, Aku sangat kehilangan dirimu saat ini (tanpa cintamu), namun demi sebuah kebahagiaanmu, aku ikhlas menanggung kesedihan ini. Hakikat Cinta sejati itu adalah: ” Tersenyum ketika melihat orang yang kita cintai itu bahagia bersama orang lain (orang yang lebih ia cintai)“.

Maafkan aku (Please Forgive Me), Jika selama ini diriku telah banyak melakukan kesalahan & kekhilafan serta menggangu waktu belajarnya. Semua kenangan ini hanya bisa aku tuliskan dalam bentuk tulisan yang cukup menjadi bukti bagiku untuk menghargai kenangan bersamamu. Maafkan Aku.

==== “Aku Ingin Bahagia Walaupun Tak Bersama Dia” ====

Padang, 19 Mei 2012
By                      :  Jumi-E
Note                 :  “Ketika Pandanganku Satu Arah (Melamun)”
Supoorted     :  Jaga Hatimu Dikota Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: