“Maafkan Aku” (Kurindui Karena Allah)

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Bismillahirohimanirrohim…

Kepada ukhtiku yang kucintai sekaligus kurindui karena Allah.

Adakalanya sebuah hubungan itu diguncang badai, dan adakalanya sebuah jalinan itu terhempas atau bertahan. Entahlah yang mana akan terjadi nantinya.

Ukhti, bukan sebulan  kita mengenal, bukan juga hari ini aku baru mengenalmu apalagi kemarin, lama ukhti, lama sekali.

Ukhti, mungkin aku atau mungkin juga dirimu atau mungkin kita berdua yang berubah, aku tak tahu, yang jelas ada perubahan itu, sangat ada, Saat dirimu meninggalkan kota ini menuju sebuah perjuangan perjalanan pendidikan yang begitu indah untuk dilalui dalam hidupmu,  di kota itu dirimu menurutku ada perubahan sikap terhadapku.

Ukhtiku, padahal ingin aku bercerita bagaimana seorang ikhwan yang ingin mengajakku bertarung kata di sebuah sms, padahal ingin aku bercerita bagaimana sedihnya aku saat ini, padahal ingin aku bercerita tentang bagaimana kajian materi yang aku jalani, padahal ingin aku bercerita tentang ummahat bercadar yang aku temui di pengajian, padahal ingin aku bercerita tentang itu semua.

Namun aku tahu semua itu hanya keinginanku saja, karena aku tahu bahwa dirimu lebih dibutuhkan disana demi studimu, aku relakan keinginan itu dalam hati ini walaupun aku sangat cemburu.

Ukhti, tahukah engkau, aku sering membanggakanmu pada orang tuaku, tapi apakah aku pantas untukmu Ukhti, aku sadar bahwa aku tak sepadan untukmu, aku hanyalah seorang yang bermental pengecut yang hanya bisa bermimpi yang mengecewakanmu. Maafkan aku.

Ukhti, tahukah engkau, semenjak kemarin aku menangis, hati ini pun menangis. aku mencoba tumpahkan dalam sujudku, hari ini pun juga sama, aku mencoba menghibur diriku dengan teman-temanku, aku mencoba untuk tertawa sekedar untuk menghibur rasa sedih ini.

Namun setiap tertawa perasaan sedih itu kembali hadir dan aku ingat lagi padamu, aku merasa seperti seseorang yang sedang putus cinta dengan kekasihnya, tadi  dalam shalat, air mata tak berhenti untuk tidak mengalir aku semakin sadar bahwa aku memang mencintaimu karena-Nya.

Rindu ini teramat berat aku ingin mengatakan bahwa aku menyayangimu, saat ini saat aku mengetikkan kata-kata ini, aku masih menangis ukhti, tak tahu Perasaan apa yang bersemayam di hati, Adakah kau tahu itu?

Ukhti, bolehkah aku berharap untuk kebahagian  itu, bolehkah aku berharap hari-hari indah bersamamu, bolehkah?

Ukhti, aku tahu saat ini engkau mengalami masalah yang pelik, alangkah egonya aku ketika aku hanya menambah masalah bagimu dengan cerita-cerita ini, aku sadar teramat sadar bahwa aku telah banyak mendzolimi mu, aku bukanlah sahabat (saudara) yang baik. Maafkan aku, sobatku, sisterku, dan kekasih hatiku. Maafkan aku. “Please Forgive Me”.

Padang, 02 Rajab 1433 H

                     23 Mei 2012 M

By          :  Jumi-E

Hujhah :  Jaga Hatimu Dikota Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: