“Kenapa Aku Begitu Takut”


Bissmillah…

Ya Allah, sesungguhnya hambamu mengadukan isi jiwa & hati ini hanya kepada-Mu. Saat ini hambamu merasa takut, gelisah, kehilangan semua rasa ini bercampur di benak ku ya Rabb. Aku tahu hati ini hanya untuk mencintai-Mu ya Allah karena hanya kepada-Mu lah hati ini berasal.

Cinta membuatku semakin takut dalam menjalani kehidupan ini. Kebanyakan orang mengatakan cinta itu begitu indah bagiku semakin aku mencintai seseorang aku semakin takut dalam menjaga keimanan ini dan semakin jauh dari kesempurnaan-Nya.

Aku sangat takut dan merasa sangat kehilangan sekali jika seseorang yang aku cintai dari dalam jiwa & hatiku ppergi meninggalkanku. Disaat aku di tinggalkan dengan kesendirian di saat itu lah keimanan ku pantas di curigai kepada Allah. Aku tahu bahwa Allah telah menentukan segalanya di ala ini. Namun kenapa aku sangat takut dan merasa kehilangan sekali jika ia pergi jauh meninggalkan cintaku ini.

Baiklah, aku jelaskan saja persoalannya, aku pernah mencintai dan jatuh cinta kepada seorang Ukhti. Ia begitu indah, baik dan sempurna di mataku. Aku sangat menginginkan ia menjadi pendampingku kelak. Namun ia tidak pernah merasakan apa yang ada dalam jiwa & hatiku ini. Aku tahu ia sudah memiliki pilihan lain di hatinya yaitu seseorang yang lebih dalam pengajiannya dari diriku.

Aku bahagia jika ia telah menemukan seseorang yang bisa menorehkan senyuman pada dirinya dalam menjalani kehidupan ini. Aku mulai sering mengeluh dengan keadaanku ketika ia lebih memilih orang lain di bandingkan aku.

Aku tahu tidak selayaknya aku mengeluh, karena sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik di mata Allah SWT tapi kenapa justru keimanan ku semakin berkurang dan semakin hari aku sangat terpukul bila tidak menanyakan sesuatud an mengetahui tentang keberadaannya dalam satu hari saja.

Ya Allah hamba tahu hamba salah, bodoh dalam hal mencintai. Kenapa hamba begitu takut ketika ia lebih memilih orang lain di bandingkan aku. Apakah cara ku mencintai ia yangbegitu dalam membuatku seakan-akan meragukan takdir-Mu.

Hamba tahu, sesungguhnya yang membolak balikan hati manusia itu adalah kuasamu Ya Rabb. Tapi kenapa dengan hambamu ini sangat tidak bisa untuk melepaskan ia dari dalam hatiku. Hamba tahu ini sangat salah ya Allah tak seharusnya aku egois tentang rasa ini.

Aku tahu aku mencintai-Nya karena-Mu ya Allah dan ketika ia pergi dari sisiku aku percaya takdir-Mu ya Allah. Namun, kenapa hati hamba semakin takut, semakin gelisah dan semakin tidak siap kehilangan ia dari dalam hidupku ya Allah.

Sesungguhnya jika hamba mencintai ia karena-Mu ya Allah tidak sepantasnya hamba bersikap dan berkepribadian untuk takut kehilangan dirinya.  Apakah ilmu yang hamba miliki belum teramalkan sepenuhnya dalam diri hamba ya Allah.

Kini aku akan belajar lagi menggunakan cinta ini kepada-Mu ya Allah. Aku adukan nasibku ini kepada-Mu ya Allah karena segala sesuatu berasal dari-Mu ya Allah. Jika kelak hamba mencintai seseorang seperti pengecut hanya satu pinta hambamu ini ya Allah tunjuki lah hamba kembalu kepada cahaya cinta yang hanya menjadikan diri-Mu ya Allah sebagai tujuan hidupku.

Buat ukhti yang aku cintai karena Allah, mungkin saat ini aku belum sempurna dalam mencintai dan Aku tahu Allah tidak menguji hambanya sesuai kemampuan hamba itu menyikapinya.

Satu hal, jujur aku sangat mencintai mu dan aku ingin nama kita di ikat dengan menggunakan nama Allah sebagai pemberi rasa cinta kepada kita. Aku tahu aku siapa dimatamu, aku akui kehilangan mu akan membuatku sedikit mundur dalam semangat kehidupan namun insyaAllah berkat do’a dan kerja keras aku akan belajar banyak dari takdir yang Allah tentukan buat kita.

Jika kelak ternyata engkau bukan makmum ku bersediakan dirimu mengenang seseorang yang pengecut ini pernah mencintaimu dan siap memberikan hati dan jiwa ini untukmu demi meraih ridha-Nya.

Maafkan aku, Please forgive me, I can’t stop lovin you. AKu ingin sekali menikahimu namun saat ini pernikahan itu adalah sebuah ujian terberat bagiku. sudikah dirimu menunggu aku ketika proses belajarku ini menjadi kekuatan untuk menikahimu, aku berjanji akan datang kerumah untuk menyampaikan niatku ini namun jika kedatangan ku terlambat aku harap dirimu bisa menjadi istri yang shalehah buat suamimu kelak. Amin. Maafkan Aku yang tidak pernah bisa melepaskanmu dari hatiku.

Padang, 08 Ramadhan 1433 H

 

By    : Jumi-E

Sepi : “Jaga Hati Di Kota Padang”

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: