Azab Kubur Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadits

1. Ayat-ayat al-Qur’an.

 

Ayat Pertama Allah SWT telah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim tentang adanya azab kubur. yang berbunyi:

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, : “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya”. (QS. al-Anam : 93)

Ayat berikutnya adalah :

“Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar“. (QS. At-Taubah : 101).

Di ayat ini teramat jelas bahwa Allah SWT menyiksa orang zalim itu dua kali yaitu pada alam kubur dalam kematiannya, setelah nyawa di cabut hingga menjelang hari kiamat dan berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat yaitu di neraka.

Demikian juga yang Allah SWT lakukan kepada Fir’aun yang zalim, sombong dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah SWT. Allah SWT mengazabnya dua kali yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti.

Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang. Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat.

“Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (QS. al-Mu’min : 46)

Ayat ini lalu di kuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur. Mereka menjawab :

“Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali , lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar ? (QS. al-Mu’min : 11).

 

2. Dalil Hadits Shahih Selain ayat-ayat al-Qur’an al-Karim


Hadits-hadits shahih pun secara jelas menyebutkan adanya azab qubur. Sehingga tidak mungkin bisa di tolak lagi kewajiban kita untuk meyakini keberadaan azab kubur itu, sebab bila sudah al-Qur’an al-Karim dan hadits shahih yang menyatakannya maka argumentasi apa lagi yang akan kita sampaikan.

Dalam hadits yang pertama kami sampaikan tentang azab kubur ini, haditsnya masih amat kuat berhubungan dengan ayat al-Qur’an al-Karim. Yaitu firman Allah SWT dalam al-Qur’an al-Karim :

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS: Ibrahim : 27).

Sebuah lafaz dalam ayat di atas menyebutkan tentang : ucapan yang teguh yang dalam bahasa al-Qur’an al-Karim di sebut dengan “al-qouluts-tsabit”.

Dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah SWT ketika seseorang menghadapi azab kuburnya. Dari al-Barra’ bin Azib dari Rasulullah SAW bahwa ketika seorang mukmin di dudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat kemudian dia bersyahadat tiada tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah SAW. Maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh . (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1280).

Ada sebuah do’a yang di panjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih al-Bukhari. Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdo’a dalam shalat, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur” (HR. Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789).

Dalam kitab shahihnya itu, al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur. Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata, “Semoga Allah SWT melindungimu dari azab kubur”.

Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah SAW menjawab, “Ya, azab kubur itu ada”. Aisyah ra berkata:  “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur”. (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hal. 1283).

Dalam kitab shahihnya itu juga. al-Bukhari membuat satu bab khusus tentang berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur. Dari Musa bin ‘Uqbah berkata bahwa telah menceritakan kepada anak wanita Khalid bin Said bin Al-Ash ra bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur. (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab At-Ta’awwuz min azabil Qabri hal. 1287).

Dari Aisyah ra bahwa beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apakah Manusia diazab di dalam kubur, lalu Rasulullah SAW menjawab, “Aku berlindung kepada Allah SWT dari hal itu (azab kubur). (HR. Bukhari kitab jum’at bab berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur ketika gerhana hal. 991, 996).

 

Kesimpulan :

Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini telah berijma’ (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya. Sehingga mereka yang mengingkarinya hanya dua kemungkinannya.

Pertama, Mereka kurang dalam dan luas dalam mempelajari ayat dan hadits.

Kedua, Mereka tahu ada dalil dan Nash yang sharih tapi mengingkarinya. Lepas dari motivasinya masing-masing.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan merahmati kita”.

Padang, 09 agustus 2012

By                  : Jum-E
Khazanah : Jaga Hatimu Di Kota Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: