Jangan Pernah Takut Menikah Muda (Aku Tidak Sekuat Nabi Yusuf Ketika Godaan Datang)

Assalamu`alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Ukhti… semoga Allah Ta`ala selalu menjagamu dalam ketaatan.

Rasulullah telah bersabda dalam salah satu hadisnya bahwa seorang wanita itu dipilih karena empat perkara namun yang paling di utamakan adalah agamanya, kenapa? Karena dengan menikahi wanita yang beragama insya Allah hidupnya akan selamat baik itu di dunianya maupun di akhiratnya begitu juga dengan wanita tak jauh beda haruslah ia juga memilih seorang laki-laki yang akan menjadi pendamping hidupnya itu seorang yang beragama karena ia  akan menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga dan yang akan bertanggung jawab di akhirat kelak tentang bagaimana kepemimpinannya di keluarganya.

Sekarang aku bertanya: Sudah siapkah engkau dengan semua itu?.
Sebagai pertimbangan saya mengatakan kepada kita semua Jangan Pernah Takut Menikah Muda.

Banyak orang mengatakan bahwa skala kematangan dan kedewasaan seseorang tak ditentukan oleh usia. Pasangan yang memutuskan untuk menikah muda tentunya telah siap dari sisi pemikiran, sikap dan kematangan tanggung jawab akan masa depan. Walaupun mungkin, sisi keuangan pasangan muda masih belum sebaik mereka yang telah menempuh karir selama 20 tahun. Kenapa harus takut? Masih banyak peluang karir yang bisa dibangun walaupun seseorang telah menikah muda.

Bahkan, Para psikologis seperti kami kutip dari Geniusbeauty menyebutkan bahwa pernikahan yang terlambat akan berpengaruh buruk pada kesehatan mereka dan anak-anak mereka kelak. Sementara itu, peneliti dari Penn-State University, Amerika Serikat menemukan bahwa pasangan yang menikah muda (usia 18-25 tahun) memiliki perkembangan psikologis yang lebih baik dibandingkan pasangan yang terlambat menikah.

Berikut ini saya tampilkan beberapa hadist tentang pernikahan.

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah :

  • Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah
  • Budak yang menebus dirinya dari tuannya
  • Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim). 

“Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

Rasulullah SAW bersabda : “Seburuk-buruk kalian adalah yang tidak menikah dan sehina-hina mayat kalian adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

Betapa mulianya orang yang menikah? Mumpung masih muda maka hendaklah kita menikah karena dengan begitu kita dapat jauh dari sesuatu yang haram dan bisa temasuk dalam tiga golongan yang akan mendapatkan pertolongan Allah.

Namun, Rasa takut untuk menikah ketika masih muda pasti ada, wajar. Pertanyaan mengenai bagaimana menafkahi istri dan anak, bagaimana menjaga mereka, bagaimana, bagaimana dan berbagai bagaimana yang lain mungkin menghantui pikiran. Untuk perkara ekonomi, silahkan cermatilah hadis berikut.

Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).

Dapat dipahami bahwa dengan menikah tidak akan membuat kita menjadi miskin atau kesusahan melainkan akan mendapatkan kemudahan karena rezeki yang akan datang. Apabila masalah ketakutan finansial teratasi mungkin masalah selanjutnya adalah restu orang tua. Ya, ini adaah hal yang amat penting untuk dicermati.

Tidak jarang orang tua yang melarang anaknya untuk menikah muda karena kekhawatiran kesiapan anaknya untuk menyongsong hidup baru. Kebanyakan orang tua ingin melihat anaknya sekolah terlebih dahulu, dapat kerja barulah ia menikah. Ya, orang tua saya juga demikian.

Bila hal itu yang menjadi kendala, Maka alangkah baiknya ketika meminta restu orang tua untuk menikah pada usia muda janganlah datang dengan tangan kosong.  Bawalah bukti keseriusan, kesiapan, dan kemantapan kita agar pertanyaan yang ada dalam benak orang tua kita dapat terjawab dengan sendirinya tanpa kita harus menjawab dengan panjang lebar.

Jika ditanya apakah saya sudah menikah, Jawabnya adalah Saya ingin hasil jerih payah saya ini akan menjadi bekal yang saya bawa ketika menghadap kedua orang tua saya dua tahun yang akan datang.

Saya tidak mau datang dengan tangan kosong dan dihujani dengan ribuan petanyaan yang dapat mematahkan keputusan saya tetapi saya akan datang dengan bukti yang akan menjawab semua pertanyaan dan menghilangkan setiap bibit-bibit keraguan yang ada, Insyaallah, semoga Allah memperkenankan rencana saya.

Wah, percaya diri banget yah? Emang sudah ada target? He he he he..😀
Kalau ditanya sudah ada target apa belum, Alhamdulillah sudah ada saya sih pengennya sama dia, Tapi kalau Allah punya rencana lain ya siapa yang tahu. Yang jelas, saya tidak ingin menunda untuk menikah karena saya sadar bahwa saya bukanlah orang yang kuat.

Saya tidak sekuat Nabi Yusuf  ketika godaan datang menghampiri Saya mungkin akan larut dan terseret arus bila arus itu datang menerpa saya Karena saya mengerti dimana kelemahan saya, saya ingin menjadikan kelemahan saya itu sebagai ladang pahala yang dapat saya petik di akhirat kelak.

Semoga Allah melancarkan dan memberikah kemudahan bagi kita semua. Amin. Jazakillahu khairan atas semuanya semoga Allah memberikan barakah-Nya kepada kita semua.

Assalamua`alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Padang, 30 Agustus 2012

                              ====> “JAGA HATIMU DIKOTA PADANG” <====

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: