“Menyebalkan (Mulailah Dari Diri Sendiri)”


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Pada tanggal 06 September 2012, Tepatnya pukul 21:00 WIB merupakan malam diskusi yang begitu indah. Diskusi berawal dari sebuah pertanyaaan yang disampaikan melalui media telekomunikasi telpon genggam atau lebih kerennya disebut dengan nama trend Handphone.

Malam itu aku menelpon bersama Ukhti yang aku kagumi pribadinya. Ia ibaratkan motivasi tersendiri bagiku dimalam itu. Kami memulai pembicaraan dengan sangat baik, saling berbagi pengalaman terhadap aktivitas/kegiatan yang dia lakukan seharian itu.

Ukhti, Bolehkah Abang menanyakan sesuatu terhadapmu, Ukhti itu menjawab boleh, silahkan dengan suara yang begitu bersahaja. Ukhti pengalaman apakah yang bisa dirimu bagi terhadap Abang selepas seharian penuh melakukan kegiatan pada hari ini, Ucapku kepada Ukhti yang begitu tulus mendengar pertanyaanku.

Ukhti itu menjawab dengan cepat dan sangat instan sekali, Ia menjawab pertanyaanku dengan jawaban bahwa menjadi orang penting itu menyebalkan, Tutur ukhti itu tanpa mengucapkan kalimat lain selain kalimat tersebut.

Aku pun tersenyum mendengarnya, Bisakah ukhti menjelaskan pengalaman unik itu kepada Abang tuturku menanyakan sesuatu pertanyaan lagi terhadapnya.

Ukhti itu pun menjawab menjadi orang penting itu sungguh menyebalkan sekali apabila orang tersebut sedang dibutuhkan jasanya oleh orang lain pada waktu itu juga orang tersebut tidak bisa memberikan jasanya.

Padahal dia hanya menghabiskan waktu kerjanya untuk menelpon yang menurut aku (jawab ukhti) itu tidak terlalu penting baginya jika dibandingkan amanahnya terhadap mahasiswa/i yangs edang membutuhkan bimbingannya selaku dosen pembimbing (Ukhti itu dalam tahap penyelesaian skripsi jadi perlu tanda tangan dosennya namun dosennya keasikan menelpon, tertawa dan tidak bisa meluangkan waktunya untuk membimbing ukhti tersebut beserta mahasiswa/i lainnya yang sedang membutuhkan arahannya sebagai seorang dosen).

Aku bersyukur belum menjadi orang yang belum penting saat ini, Mungkin kalau aku jadi orang penting sebelum mendapatkan pengalaman ini bisa dikategorikan saya orang yang lalai dalam suatu amanah (jabatan), Itu pelajaran yang dapat aku petik dari cerita ukhti tersebut.

Namun, dalam hati kecilku aku ingin menjadi orang penting dan bukan menjadi orang penting yang lalai dalam amanah melainkan akan lebih baik lagi karena telah ada pegalaman yang begitu berharga yang begitu banyak para orang yang memegang suatu jabatan lalai akan jabatannya. mudah2han dengan adanya cerita pengalaman hidup dari ukhti ini bisa dijadikan pelajaran. Amin.

Walaupun Ukhti itu menyampaikan bahasa itu dengan sedikit menjengkelkan, Bagi saya Ukhti itu juga menyebalkan, Itu balasan komunikasi semalam yang aku sampaikan kepadanya. Kenapa, Aku yang jadi menyebalkan jawab Ukhti tersebut, Akupun menjawabnya bahkan dirimu sangat menyebalkan sekali Ukhti.

Dirimu itu tidak mau sadar akan kenyataan bahwa Akulah Adam yang diciptakan Allah untuk mu, Apakah dirimu mendiamkan perasaanku sampai sekarang itu tidak bisa dikategorikan menyebalkan.  Aku meledek ukhti tersebut karena sampai sekarang Aku masih menunggu jawaban untuk meresmikan silaturahmi  ini kejenjang pernikahan.

Aku pun menambahkan jawabanku sambil meledek ukhti tersebut, terkadang kita hanya bisa melihat kesalahan orang lain tetapi kesalahan diri kita sendiri tidak kelihatan oleh diri kita sendiri.

Ukhti itupun tertawa dan aku pun senyum2 simpul gitu deh…:D.
Komunikasi kami pun berlanjut, setelah aku sedikit lega meledek Ukhti tersebut, Tiba-tiba terdengar  suara balapan motor yang melaju dengan kecepatan tinggi, Aku pun mengatakan ornag itu mengusik kenyamanan orang lain saja.

Ukhti itupun meledek ku, Terkadang kita hanya bisa melihat dan mengatakan bahwa orang yang ugal-ugalan membawa sepeda motor padahal diri kita sendiri sering ugal-ugalan, Jawab ukhti tersebut sambil membalas ledekanku terhadapnya.

Aku pun kena deh dengan ledekan itu, Emang Ukhti itu menyebut kenyataan jadinya hanya bisa diam saja mendengar jawabannya seperti itu. Akhirnya kami mengambi kesimpulan bahwa setiap manusia memiliki kesalahan namun bagaimana mereka memulai diri mereka sendiri untuk melakukan kebaikan disetiap hembusan nafasnya.

Aku sangat lega berkomunikasi malam itu, Sungguh nasehat yang sangat menyejukkan dalam pembangunan jati diri yang lebih baik dari hari kehari. Komunikasi itu dimenangkan oleh kami berdua, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah melainkan sama-sama berubah dan memahami diri sendiri untuk lebih berkualitasnya di masa depan.

Sebuah catatan terpenting dari komunikasi itu adalah: Jangan terlalu cepat merasa kita telah melemah oleh suatu keadaan melainkan memahami kesulitan orang lain, mengerti kesibukan orang lain akan membuat diri kita menjadi dipahami oleh orang lain. So tidak ada gunanya memahami diri sendiri jika kita tidak memahami orang lain……..Itu kunci kehidupan untuk lebih memaknai kesepian kita. wkkwkwkkwkwk😀

Sebelumnya, Mohon maaf  kepada Ukhti yang aku cintai dan aku sayangi karena Allah. selama hembusan nafas ini masih mengikuti aliran darah dalam tubuh ini Abang tidak akan pernah bisa berhenti untuk mencintaimu Ukhti dan Melalui tulisan ini Abang sampaikan bahwa Niat Abang untuk menikahimu itu datang dari kekuatan cinta yang diberikan oleh Allah kepada Abang dan Abang ingin mengikat nama kita berdua dengan nama sang pencipta yaitu: Allah SWT.

Abang tak akan pernah menyerah Ukhti, Meskipun kelak Abang bukan jodoh & cintamu yang ditakdirkan oleh Allah, Abang akan gagahkan diri Abang untuk menghadiri pesta pernikahanmu dan mengucapkan do’a semoga Ukhti menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah & warahhmah. Namun, Jika Ukhti adalah Jodoh & cinta Abang tak akan ada satupun yang membentengi diantara kita dengan kata lain hanya Allah yang bisa merangkuh cinta dari Makhluk yang Menjaga Hatinya Di Kota Padang.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Padang 07 September 2012

By: Jumi.E.S.Th.I

Kisah: Jaga Hatimu Di kota Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: