Untukmu Ukhtiku (Hanya Tangis Dihatiku)

Ukhtiku, Jujur begitu besar rasa sayangku padamu, Sehingga begitu besar keinginanku untuk melangkah maju sekaligus ingin memperbaiki diri bersamamu. Namun, Ketika aku tahu bahwa mungkin ragamu mencoba menerimaku, akan tetapi, dibalik itu semua semakin mengisyaratkan bahwa hatimu tak begitu rela ketika bersamaku.

Ukhtiku, Maafkan aku, Aku tahu bahwa ini salahku, salahku yang begitu fatal kerena terlalu banyak bicara padamu, Setelah semua terjadi seperti ini, Sesal begitu mendesak dalam dadaku. Pikiran dan hatiku mencoba berandai-andai, Andai aku dulu tak terlalu bertingkah sok tua dan menasehati dirimu, Andai aku dulu tak bilang jangan ini, jangan itu, Andai aku dulu hanya membiarkanmu dan mendiamkanmu mencari kebagiaan di duniamu dan lain-lain sebagainya.

Uktiku, Kini dalam hati aku berjanji, takkan lagi terlalu jauh ikut campur dalam hidupmu, takkan lagi banyak bicara padamu. Ukhtiku tenanglah, Mulai saat ini aku akan berjanji bahwa aku akan lebih banyak diam dihadapanmu sehingga hanya tangis dihatiku yang mewakili jika sesuatu yang tidak baik menimpa dirimu.

Ukhtiku, Aku berjanji aku takkan benar-benar banyak berkata-kata, agar dirimu tak terlalu menyimpan rasa benci dihatimu terhadapku, Mungkin itulah janjiku Karena, aku tak tahu lagi bagaimana cara mengungkapkan rasa rindu dan sayangku padamu.

Maafkan aku Ukhti, Kejarlah cita-cita dan keinginanmu sekaligus Aku ingin mengatakan sesuatu bahwa proses studimu akan segera berakhir dengan prosesi wisudamu yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Aku hanya menitipkan pesan terhadapmu Ukhti jika dirimu berkenan mendengar dan membaca tulisan ini aku mengucapkan terima kasih atas luangan waktumu membaca sesuatu yang tak berarti ini bagimu.

Ukhtiku, Wisuda bukanlah sesuatu yang bisa menjamin hidup kita lebih baik dari hari-hari ketika kita masih dibangku kuliah melainkan ketika telah diwisuda kita akan dituntut mengamalkan ilmu yang kita peroleh di kehidupan sosial kita, satu hal seberat apapun nanti rintangan yang ada di hadapanmu tetaplah tersenyum dan jangan pernah mengeluh akan sebuah kegagalan karena semuanya akan indah pada waktu-Nya.

Sekali lagi Aku menjauh bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi Ukhti melainkan dirimu akan bisa menilai sesuatu itu dengan ukuran yang baik dan yang buruk sehingga dirimu bisa menilai seperti apakah diriku itu terhadapmu.

Ukhtiku, Maafkan aku, jika ada kesalahan, kekhilafan yang terjadi selama ini mohon dimaafkan, Itu semua tak lain & tak bukan karena hati saya ikut campur akan hal itu. Kini hari itu akan segera tiba dihadapan kita. Percayalah, Semuanya akan baik-baik saja. Amin.

                                                 ~~~~ “Rasa Ini Masih Rasamu” ~~~~

Padang, 12 September 2012

By             : Asde
present : Jaga Hatimu Di kota Padang

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: