Teruntuk Bidadariku (Cinta Itu Butuh Ungkapan)


Bismillahirrahmanirrahim..
Ketika malam menjelang, Aku teringat seraut wajah yang tersenyum padaku. Manis sekali senyumnya. Tutur katanya menyejukkan qalbu. Bila tak berjumpa dengannya terasa rindu yang mendalam di hati ini. Kadang, karena begitu rindunya hati ini padanya tak terasa air mata pun mengalir membasahi pipi ini.Ternyata aku sangat merindukan Ukhtiku itu. Hatiku telah diikat Allah dengan Tali ukhuwah. Bila tiada kabar, terasa hampa dan kangen yang mendalam. Jadi teringat sebuah kisah pada zaman Rasululllah SAW :

Dari Anas bin Malik ra. Ia berkata : ayat 89 surah an-Nisa turun berkaitan dengan sikap seorang pelayan Rasullullah SAW yang bernama Tsauban. Ia sangat beruntung ditakdirkan oleh Allah menjadi manusia yang sangat merindukan Rasul SAW akibat cinta yang menghanguskan (maaf saya istilahkan gila cinta), hilanglah rasa sabarnya, jika terlalu lama berpisah dengan Beliau SAW. Mungkin dalam dunia remaja, bagai seorang gadis jatuh cinta pada seseorang jejaka untuk pertama kalinya, kemudian ditinggal pergi oleh jejaka (sang kekasih) tersebut. 

 

Alkisah,pada suatu hari Tsauban datang menghadap Rasul SAW dengan raut muka berubah, tubuh kurus, kering kerontang dan terlihat mencolok kesedihan di wajahnya. Ketika hal itu di tanya oleh Rasul SAW. Tsauban menjawab: Ya Rasul, sebenarnya tubuhku tidak sakit, dan tidak menderita penyakit apapun, kecuali jika aku tidak melihat engkau lenyaplah kesabaranku, hingga aku menjumpaimu, lalu ingatanku tertuju pada akhirat,Kalau sudah demikian maka timbullah kekhawatiranku jangan-jangan aku tidak melihat wajahmu disana, sebab aku tahu pasti bahwa kedudukanmu bersam para Nabi terdahulu dan seandainya aku masuk surgapun kondisi tempatku jauh berbeda dengan maqom/kedudukan engkau bahkan jika aku tidak dimasukkan ke surga maka untuk selama-lamanya aku tidak dapat lagi memandang wajahmu, kemudian bagaimana dengan nasibku kelak diakhirat, dengan demikian maka turunlah ayat 69 surat an-nissa tersebut:

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

Ukhtikuku, Tetapi setelah melihat kenyataan sekarang, air mata ini mengalir bukan karena menahan kerinduan, tetapi karena menahan kesedihan. Ukhti yang aku sayangi, selalu kurindukan. Hati ini terasa gundah. Semangatku seakan lenyap. Makan terasa gak enak, tidur  gak nyenyak, sepi, jenuh  dan hati merasakan gundah gulana.  Tidak hanya itu saja, raga ini pun juga terkena imbasnya. Kepala terasa pusing, badan  terasa lemas, dan merasakan meriang.

 

Tak heran jika dalam sebuah hadist dikatakan: “Orang mukmin itu ibarat satu tubuh, apabila ada anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.” Dalam riwayat yang lain juga dikatakan:” Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya.

 

Ukhtiku, Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tak teringat lagi telah berapa lama kita berkumpul dalam persaudaraan ini. Semangatmu, tutur katamu, tatapanmu dan juga senyummu sering menjadi cermin bagiku tuk tetap tegar dalam melangkah di jalan ini.Kebahagiaan yang kau rasakan adalah kebahagiaanku juga, kesedihanmu adalah kesedihanku dan  lemahnya dirimupun dapat melemahkan diriku. Ukhtiku, diri ini sedang merasakan lemah tak berdaya.  Diri ini sering sekali membuatmu jengkel, kecewa dan lain-lainnya.

 

Ukhtiku,Memang begitulah adanya diriku. Aku memang orang yang banyak kekurangan dan kelemahannya. Diriku tak sesempurna  yang lain. Mereka selalu membuatmu tersenyum dan menjadikanmu bangga mengenalnya, tetapi kalau diri ini selalu membuatmu kecewa dan merasa terganggu.Diri ini hanyalah butiran debu, tapi sungguh aku sayang kamu Ukhtiku. Dengar hatiku Ukhti, Bahwa Persaudaraan dan saling mencintai kerana Allah adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama kita. Siapapun yang berupaya mewujudkannya, tiada hadiah lain baginya kecuali surga.

 

“Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersaudara dengan seseorang karena Allah, maka Allah mengangkatnya satu derajat di surga, yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalan lainnya.”

 

Ukhtiku, Mungkin dirimu tak dapat merasakan  apa yang aku rasakan. Sebenarnya, diri ini selalu merindukan dan sangat sayang kepadamu. mudah-mudahan semua tentang kita adalah suatu hal yang terindah. Karena jika kita bersatu, Aku jadi kangennn banget. Entahlah. Sering aku katakan,” Aku mencintaimu karena Allah, tetapi dirimu selalu tak percaya.” Percaya atau tidak percaya, Aku katakan, ”Aku memang mencintaimu karena Allah duhai ukhti. “

Abu Kuraimah (Almiqdad) bin Ma’dy Karib ra. Berkata: “Bersabda Nabi SAW.: Jika seorang cinta kepada saudaranya, harus memberitahu kepadanya bahwa ia kasih sayang kepadanya karena Allah”.

Dalam Riwayat lain pun dijelaskan bahwa jika kita mencintai karena Allah agar disampaikan atau diungkapkan. Berikut riwayat tersebut:

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain (laki-laki) yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

 

Ukhtiku, Semoga dirimu memaafkan segala kesalahan dan khilafku. Semoga hati dan batinmu dapat merasakan betapa aku sangat menyayangimu . Uhibbukum fillah Banun… Cayank. 

 

Padang, 13 September 2012

Persembahan:  Jaga Hatimu Di Kota Padang”

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: