Sajadah Cinta

75024_419170944828895_210767778_nApa yang Anda fikirkan ketikan mendengar kata sajadah cinta. Anda membayangkan sesuatu, ayo berbagilah mengenai kata sajadah cinta itu kepadaku. Tulisan ini terinspirasi dari hasil pemikiran yang sederhana saja berharap dengan kesederhanaan tulisan ini bisa memberikan manfaat walaupun itu dinilai kecil bagi yang membacanya.

Awalnya Saya tertarik untuk menulis sebuah catatan dengan judul sajadah cinta terinspirasi dari pemaknaan terhadap makna cinta didalam menjalani proses kehidupan didunia yang fana ini. Sekilas Saya mau mengajak Anda memikirkan tentang kata sajadah cinta tersebut, kira-kira pemaknaan seperti apa yang keluar dari hasil berfikir Anda ketika mendengar, membaca kata tersebut.

Kata ini bersumber dari realita sekaligus pengalaman sehari-hari. Saya dalam memaknai kata cinta sekaligus pemaknaan upaya dalam menemukan arti cinta yang tumbuh atas izin Allah SWT. Melalui tulisan ini Saya berharap bisa menemukan apa, bagaimana dan seperti apa seharusnya kita bersikap terhadap cinta itu.

Sajadah merupakan sebuah kata yang melambangkan kenyamanan (tempat atau alas untuk shalat) dalam menunaikan ibadah kepada Allah. Saya langsung saja keinti tulisan dan makna dari kata sajadah cinta yang Saya tulis dicatatan kecil ini, sebenarnya Saya memiliki cita-cita untuk mencintai seseorang karena Allah, menyayangi seseorang karena Allah begitupun sebaliknya. Sebuah harapan yang diimpikan semua orang tentunya bukan. Namun bagaimana caranya, inilah yang akan kita cari tahu bersama.

Cinta merupakan suatu anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sehingga dengan cinta manusia bisa menggunakan, menjalani kehidupan dengan baik, nyaman dan mengandung ibadah disisi Allah.

Dewasa ini, perkembangan teknologi dan arus globalisasi membuat generasi bangsa memaknai cinta terlalu dangkal sekali, sehingga harus ada suatu upaya yang bisa membendung pengaruh tersebut supaya generasi bangsa bisa berbuat kebaikan dan menghindari hal-hal yang bersifat keburukan tentunya.

Saya sendiri, memaknai kata cinta belum lah sempurna untuk itu Saya terus berusaha belajar mencari kata cinta dan maknanya agar cinta yang tumbuh, yang ada di dalam hati ini bisa Saya arahkan kearah kebaikan dan mengandung ibadah tentunya disisi Allah SWT.

Bagi Saya, cinta ataupun perasaaan terhadap seseorang haruslah ada karena itu sebuah anugerah yang terindah bagi kita (manusia) namun kita harus extra hato-hati terhadap cinta tersebut, kalau kita menggunakan cinta dengan baik, insyaAllah hasilnya akan baik  begitu sebaliknya. Saat ini, begitu banyak orang yang salah dalam menggunakan cinta tersebut sehingga memberikan imej yang kurang baik dalam rangka menjalani kehidupan.

Saya sebagai laki-laki tentu memiliki perasaan (cinta) terhadap seorang perempuan dan itu sudah ketentuan-Nya. Saat ini Saya mencintai seorang gadis namun Saya tidak tahu harus seperti apa dalam mengatakan perasaan tersebut kepadanya (siperempuan).

Upaya seperti laki-laki pada umumnya sudah aku upayakan namun hasilnya masih jauh dari yang diharapkan bahkan Saya hampir berputus asa untuk mencintai, namun Allah masih Sayang kepadaku, dari rasa yang ada ini aku bisa bermuhasabah diri terhadap perasaan itu sendiri.

Saat jatuh cinta adalah saat yang membahagiakan namun alangkah indahnya ketika rasa cinta itu tumbuh dikarenakan karena Allah. Saya mencintai seorang perempuan yang tutur katanya lembut, wajahnya dihiasi dengan air wudhu, pesonanya anggun dengan hijab dan penutup yang begitu indah diwajahnya bahkan semakin kuatnya rasa itu dihati ini ketika melihatnya membuatku memuji dan mensyukuri akan perasaan ini.

Tapi, bagi Saya pribadi, perasaan ini harus bisa aku sampaikan kepadanya dengan cara yang diridhai oleh Allah, seperti apakah cinta yang direstui oleh Allah itu ucapku sambil berfikir tentang rasa yang indah itu tumbuh kian besar dihatiku.

Setelah Saya pelajari, syariat mengajarkan perasaan itu ditunaikan melalui pernikahan, Tapi yang membuatku ragu saat  ini adalah: Apakah ia merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan kepadanya.

Pernikahan, Apakah Saya benar-benar pantas untuknya, apakah dia mau menikah denganku, apakah dia tahu bahwa Saya satu disini mencintainya. Saya fikir dia tahu, tapi apakah perasaan itu ada pada dirinya, Inilah yang mungkin membuatku agak kesulitan dalam menjalani rasa itu.

Dia adalah seorang wanita yang shalehah, setiap ucapanya mampu memberikan inspirasi terbaik didalam hati ini,  tapi aku tak akan pernah tahu seperti apa perasaannya sendiri kepadaku. Lalu, apakah Saya sebagai laki-laki harus mengutarakannya padahal aku tahu syariat hanya membolehkan dengan jalan pernikahan.

Apakah Saya harus menemuinya dirumah orang tuanya dan menyatakan perasaan ini, saat ini itulah yang membuaku berfikir disini untuk memahami akan rasa ini, rasanya ingin sekali Saya mengatakannya tapi karena pertanyaan yang ada dibenakku membuatku kurang berani mengutarakannya, lalu, apa langkah yang harus Saya lakukan, saat ini hanya bisa mengadukan ini kepada Allah melalui sajadah cinta.

Padang, 06 Februari 2013

By: Pemilik hati yang mecintai-Mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Aconsultant System Ritel Sumatera Barat

Software & Program Kasir, Minimarket, Gudang, Apotek, Rumah Makan, Hotel, Rumah Sakit, Laundry, dan lain-lain ( Padang - Bukittinggi - Pariaman - Solok - Pasaman - Sawahlunto - Pesisir )

Bang Ori Gagah

Kepada Dzat Maha Gagah, Ku Berserah dan Pasrah

Marketing Tulen

LOOKING FROM A DIFFERENT PERSPECTIVE

Pelataran Villa Jumi-E

Jaga hatimu di Kota Padang

%d blogger menyukai ini: